PBB Bakal Bentuk Badan Pengawasan Kecerdasan Buatan untuk Cegah Disinformasi

PBB Bakal Bentuk Badan Pengawasan Kecerdasan Buatan untuk Cegah Disinformasi
PBB Bakal Bentuk Badan Pengawasan Kecerdasan Buatan untuk Cegah Disinformasi (Foto: Tom Page/FORUM-NEXUS STUDY ABROAD)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketua Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan bahwa kecerdasan buatan tidak boleh mengambil peran dalam penyebaran misinformasi.

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan kecerdasan buatan, Antonio Guterres mengusulkan kode etik internasional.

Adapun usulan tersebut berupa pembentukan badan pengawas kecerdasan buatan. Hal tersebut mirip dengan badan pengawasan energi atom.

Baca Juga:Rasisme di Jerman, Seorang Profesor Hina Mahasiswanya Karena Gunakan JilbabElon Musk: Kisah Seorang Sultan Nomer 1 Sejagat Raya

Baginya, kemajuan pesat teknologi sekarang ini telah menjadi salah satu penyebab kerusakan dunia.

“Ini memicu konflik, kematian, dan kehancuran sekarang. Ini mengancam demokrasi dan hak asasi manusia sekarang.”

Guterres mengatakan “Kode Perilaku PBB untuk integritas informasi pada platform digital” sedang dikembangkan menjelang “KTT Masa Depan” PBB yang dijadwalkan tahun depan.

Komersialisasi Konten Berbahaya

Tujuan utama pembentukan pengawasan terhadap AI ini tentunya merupakan komitmen tegas PBB dalam memberantas disinformasi dan misinformasi.

“Disinformasi dan kebencian seharusnya tidak menghasilkan paparan maksimum dan keuntungan besar,” kata Guterres.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dunia mesti berkaca pada masa lalu tentang bagaimana teknologi disalahgunakan sehingga menimbulkan kerusakan.

Organisasi ini menyadari pentingnya menghadapi tantangan disinformasi dan misinformasi teknologi di era digital.

Baca Juga:5 Rekomendasi Motor Listrik dengan Harga Terjangkau!10 Uang Koin Kuno Termahal di Dunia Semenjak Zaman Aleksander Agung hingga Kekhalifahan, Auto Jadi Orang Kaya Sedunia Kalau Punya!

Upaya sedang dilakukan oleh lembaga-lembaga terkait PBB untuk meningkatkan literasi media dan informasi, serta mendorong pemahaman yang lebih baik tentang dampak dan penyebaran disinformasi dan misinformasi teknologi.

0 Komentar