“Atau misalkan ada orang mencoba menyentuh tubuh kamu, kamu harus melakukan A-B-C gitu,” lanjut Antik.
Akan tetapi, dia mengakui bahwa tak semua orangtua mampu menyampaikan edukasi seperti itu.
Maka, peran guru harus peka dan bisa memastikan anak didiknya tahu cara melawan atau bertindak, ketika mengalami perlakuan yang menyentuh tubuh.
Baca Juga:Satpol PP Pelototi Jam Operasional Minimarket, Sebab Banyak yang Langgar PerdaSejak Direlokasi, Pedagang Pasar Banjaran Tetap Bertahan Meski Pembeli Berkurang
“Jadi keterampilan anak dalam merespons tindak kekerasan juga kurang, kalau menurut saya. Karena tidak dibiasakan,” pungkas Antik. (Bas)
