Wagub Jabar Puji Potensi Ekonomi Desa Guwa Kidul

JABAR EKSPRES – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Rizhanul Ulum juga dibuat kagum dengan program ekonomi di Desa Guwa Kidul. Menurutnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi telah mampu mengembangkan potensi ekonomi masyarakat yang luar biasa. Ide itu, tidak dimiliki desa lain.

Ide pengembangan ekonomi, berawal dari banyaknya masyarakat Desa Guwa Kidul yang bekerja di timur tengah. Jumlah lebih dari 500 TKI. Mereka yang dulunya uang tersebut hanya ditabungkan di bank, didorong oleh Kepala Desa (Kuwu, red) untuk membuat peluang usaha. Yakni dengan didirikan sejumlah kios di pinggir jalan.

“Dibuatkan los, sampai ada 48 Los untuk mereka yang punya uang. Ini sangat luar biasa, untuk menjadikan ekonomi masyarakat disini meningkat,” kata Wagub Jabar, Uu Rizhanul Ulum, Sabtu (3/6/2023).

Menurutnya, upaya itu hanya bisa dilakukan oleh pemerintah Desa yang punya keinginan dan inovasi saja. Sehingga, ekonominya maju, meski pun berada di Desa pedalaman yang jauh dari Kota Cirebon. “Tetapi potensi itu tatap tidak maksimal kemanfaatannya kalau desa sini tidak memiliki inovasi dan keinginan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kuwu Desa Guwa Kidul, Ade Fidaus, mengatakan, di Desanya ada lebih dari 500 TKI, 1000 orang lebih merantau di Jakarta, dan 432 hektare sawah. Sebetulnya, bila ditotal penghasilan masyarakat mencapai Rp 4 miliar sampai Rp 7 miliar per bulannya. Namun, masi banyak orang yang hidup sederhana.

“Setelah saya pelajari, ternyata penghasilan mereka tersimpan di bank konvensional. Kalau mereka ke luar Kecamatan, mereka belanja di sana, warung kita yang jualan disini (Desa Guwa Kidul, red) tidak kebagian uang tersebut,” katanya.

Karena itu lah, Ia pun kemudian berfikir agar bisa menyediakan segala kebutuhan masyarakat. Baik itu bidang jasa maupun barang.

Ia pun kemudian mengajak bank konvensional tersebut untuk menyediakan mesin ATM di salah satu minimarket yang ada di Desa Guwa Kidul. Bahkan, Ia juga menyediakan BRI link di Desa tersebut, yang omsetnya perbulan mencapai Rp 3,2 miliar.

Bahkan, Ia juga kemudian mendirikan kios untuk kebutuhan barangnya. Para pedagangnya pun diberikan bantuan, berupa perlengkapan usaha.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan