Penduduk miskin di Jabar paling banyak berada di perkotaan, yakni sebanyak 3 juta orang.
Sementara itu sebanyak 1 juta orang penduduk miskin di Jabar berada di perdesaan.
1. Jawa Timur (Jatim)
Nah, untuk penduduk miskin paling banyak Indonesia, di Jatim-lah yang paling banyak.
Baca Juga:Karedok, Salad Tradisional Lezat dan MenyehatkanRangkuman Info Penting PPDB 2023 Kota Bogor dari Kadisdik, Orangtua Wajib Simak!
Berbanding terbalik dari Jabar, penduduk miskin di Jatim berada di perdesaan, yakni sebanyak 2,5 juta orang.
Indikator tersebut mengacu pada Handbook on Poverty and Inequality rilisan Bank Dunia perihal kebutuhan dasar (basic needs approach).
Lebih lanjut, garis kemiskinan (GK) merupakan nilai pengeluaran yang harus ditunaikan oleh seseorang guna memenuhi kebutuhan dasarnya.
Pun garis kemiskinan di sini dibagi menjadi dua, garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan non-makanan (GKNM).
BPS menjelaskan dua garis kemiskinan tersebut:
“Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori per kapita per hari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll).
Melihat penetapan standarnya, setidaknya penduduk miskin di provinsi-provinsi tersebut tidak mampu mendapatkan 2100 kilokalori per kapita per hari. Atau, setidaknya penduduk miskin itu tidak mampu meraih semua jenis komoditi kebutuhan dasar yang diperlukan, 52 jenis komoditi.
