LGBT Tidak Dilarang di KUHP, Mahfud MD: Orang LGBT Itu Diciptakan Tuhan

JABAR EKSPRES – Mahfud MD mengatakan bahwa KUHP baru yang belum lama ini disahkan tidak melarang LGBT.

Mahfud MD menyampaikan hal tersebut dalam rakernas (rapat kerja nasional) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Bogor, pada Sabtu, 20 Mei 2023.

Ia mengatakan bahwa LGBT merupakan kodrat Tuhan sehigga tidak bisa dilarang.

Menteri Polhukam itu menyinggung persoalan LGBT ini ketika ia membicarakan masalah perampungan KUHP.

Orang yang akrab disapa Prof Mahfud ini menyebut bahwa persoalan LGBT merupakan salah satu pasal kontroversial dalam KUHP, yang pembahasannya sebenarnya sudah rampung pada 2017.

BACA JUGA: Kasus Korupsi Johnny G Plate, Mahfud MD Serukan Tingkatkan Penegakan Hukum Kalau Sudah Ada Dua Bukti!

“LGBT itu sebagai kodrat kan tidak bisa dilarang, yang dilarang kan perilakunya. Orang LGBT itu diciptakan oleh Tuhan. Oleh sebab itu tidak boleh dilarang,” ujar Mahfud dalam sambutan acara tersebut, dikutip dari siaran YouTube KAHMI, Senin 22 Mei 2023.

Orang yang pernah menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyebut bahwa orang LGBT itu pada dasarnya merupakan manusia.

Adapun yang ia soroti dari LGBT ini adalah perilakunya. Perilaku inilah yang semestinya dilarang.

“Orang LGBT kan diciptakan oleh Tuhan. Oleh sebab itu ndak boleh dilarang wong Tuhan yang menyebabkan dia hidupnya menjadi homo, lesbi, tetapi perilakunya yang dipertujukan kepada orang itulah yang tidak boleh,” lanjutnya.

Larangan terhadap LGBT berlaku, kata Mahfud MD, jika orang LGBT tersebut memang melanggar peraturan yang berlaku.

BACA JUGA: Konser Coldplay Jakarta Dipastikan Tetap Digelar? Sikap Mahfud MD Tuai Pujian Netizen

“Sehingga apa rumusannya? Dalam RKUHP itu yang sekarang, yang akan berlaku kemudian, dikatakan rumusannya barang siapa melakukan hubungan seks di luar nikah dan anak di bawah umur, kan LGBT itu bisa tercakup di situ meski tidak semua. Sebab misal, dewasa tidak, di bawah umur kan sulit pembuktiannya, kan harus disaksikan, ya ndak mau orang LGBT disaksikan orang,” pungkasnya.

Persoalan LGBT ini kembali menjadi perbincangan publik usai Persaudaraan Alumni (PA) 212 menolak konser Coldplay yang rencananya bakal berlangsung 15 November 2023 nanti di Jakarta.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan