Mengenal Synaesthesia yang Diidap Chris Martin, Jadi Alasan Album dan Konser Coldplay Selalu Berwarna?

JABAR EKSPRES – Vokalis Coldpay, Chris Martin disebut-sebut mengidap Synaesthesia yang sempat disoroti oleh para penggemarnya di seluruh dunia.

Pasalnya, tak sedikit penggemar yang mengaku khawatir terhadap karier Chris Martin di band legendaris asal London, Inggris, Coldplay akibat Synaesthesia yang diidapnya.

Meskipun dikabarkan mengidap Synaesthesia, Chris Martin selalu berupaya untuk tampil profesional sebagai vokalis Coldplay yang memiliki jadwal manggung yang padat.

BACA JUGA: Trik Jitu War Tiket Konser Coldplay Jakarta Hari Ini 19 Mei 2023, Pakai Incognito Mode Dijamin Lancar!

Baru-baru ini Coldplay berencana akan menggelar konser di Indoneisa bertajuk Music of the Spheres World Tour di Asia di Indonesia pada 15 November 2023 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Akan tetapi, rencana tersebut menuai pro kontra lantaran Chris Martin dan kawan-kawan dituding sebagai pendukung Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender atau LGBT dan Atheis yang dinilai tidak sesauai dengan nilai-nilai Pancasila.

Pada beberapa waktu lalu, Chris Martin sempat membeberkan soal Synaesthesai yang diidapnya dalam wawancaranya bersama NME.

BACA JUGA: Tanggapi Penolakan PA 212 terhadap Konser Coldplay di Jakarta, Mahfud MD Imbau Penonton: Tak Usah Takut!

Chris Martin mengatakan bahwa kondisi Synaesthesia yang diidapnya tersebut sering hadir ecara tiba-tiba di benaknya.

Meskipun demikian, ia menilai hal tersbeut sebgaai sesuatu hal yang wajar bagi penulis lagu bahkan ia juga menilai hal tersbeut bukan sebuah kendala.

“Menurut saya ini bukan hal yang aneh bagi penulis lagu,” kata Chris martin, dikutip JabarEkspres.com dari NME pada Jumat, 19 Mei 2023.

Sebagai informasi, berdasarkan keterangan sang vokalis band legendaris asal London, Inggris tersebut bahwa Synaesthesia yang didapnya kerap terjadi ketika menulis lagu baru.

BACA JUGA: Viral! Diduga Penipuan Tiket Konser Coldplay, Korban Alami Kerugian hingga Rp50 Juta

Misalnya, kata Chris Martin, hal itu ia rasakan pada saat dirinya memutuskan tema warna dalam album baru, tiba-tiba muncul warna lain di benaknya.

Perlu diketahui bahwa Synaesthesia bukanlah sebuah penyakit, namun hal ini merupapakn suatu kondisi neurologis yang menghasilkan pengalaman sensorik yang tidak biasa bagi pengidapnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan