JABAR EKSPRES – Tapir adalah salah satu binatang yang sukses di kembang biakkan di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo. Itu juga tidak lepas dari peran Narman. Zoo keeper kebun binatang di Kecamatan Coblong tersebut.
Siang itu suasana masih gerimis. Rintikan air hujan membasahi kawasan Bandung Zoo. Termasuk kandang tapir.
Tetapi, Narman tetap setia menemani buah hatinya yang tidak lahir dari rahim manusia. Ya, sepuluh ekor tapir yang ada di kebun binatang tersebut.
Baca Juga:Transformers: Rise of the Beasts, Film Robot Hewan Lingkungan Baru BrooklynCara Menghindari Modus Penipuan Belanja Online dengan Aman
Tapir-tapir itu ada yang diberi makan kacang panjang. Ada juga yang sedang dibersihkan kulitnya.
Saat ini ada sepuluh ekor tapir di Kebun Binatang Bandung tersebut. Padahal awalnya hanya dari sepasang indukan.
Narman menceritakan, sejak kecil ia memang senang dengan binatang. Ia kemudian masuk sebagai pekerja di Bandung Zoo pada 1983 lalu. “Dulu ditempatkan di bagian lapangan,” cetusnya kepada Jabar Ekspres.
Setelah beberapa tahun, iapun kemudian dipercaya untuk fokus pada kandang tapir. Hingga kini, sudah 30 tahun ia menemani kehidupan tapir di Bandung Zoo itu.
Berkat ketekunannya juga, tapir-tapir itu bisa tumbuh sehat dan berkembang. Dari sepasang menjadi 10 ekor. “Resepnya ya harus sabar. Seperti merawat anak sendiri,” katanya.
Narman menambahkan, dalam merawat tapir-tapir itu ia juga tidak sampai mendalami ilmu khusus. Tetapi ia belajar secara otodidak.
Baginya, perawatan paling penting bagi tapir adalah saat proses melahirkan. Bahkan, suatu ketika ia sedang libur kerja. Tapi karena si tapir melahirkan, ia pun terpaksa membatalkan liburnya dan langsung meluncur ke Bandung Zoo.(mg3)
