Panduan Tata Cara Shalat Idul Fitri Lengkap dengan Niatnya

JABAR ESKPRES – Shalat Idul Fitri saat lebaran menjadi simbol kemenangan bagi umat Islam.  Cara Shalat Idul Fitri ini juga melengkapi ibadah puasa selama sebulan di bulan Ramadan.

Hukum shalat Idul Fitri yang dilakukan pada hari-hari Idul Fitri adalah Sunah Muakkadah dan sangat dianjurkan karena disyariatkan pada tahun kedua Hijriyah. Rasulullah SAW juga selalu mengamalkannya hingga wafatnya dan dilanjutkan oleh umatnya hingga saat ini.

BACA JUGA : Spesial Lebaran, Harga Tiket Trans Studio Bandung Sedang Promo, Cek Sekarang Juga!

Sholat eid ini sifatnya sunnah, jika tidak dikerjakan juga tidak apa-apa. Hanya sayang sekali jika tida melakukannya. Sebab sholat eid ini hanya dilakukan satu tahun sekali.

Shalat Idul Fitri sendiri dimulai saat matahari terbit hingga waktu salat zuhur. Sebelum shalat Idul Fitri, jamaah biasanya menyelesaikan Zakat Fitrah terlebih dahulu.

Niat dan Bacaan Sholat Idul Fitri.

Pertama yang dilakukan sebelum shalat eid adalah niat terlebih dahulu. Jika shalat idul fitri menjadi makmum maka ditambah lafal ma’muman, sedangkan jika menjadi imam ditambah bacaan imaaman.

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى

Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini (ma’mûman/imâman) lillahi ta’ala.

Artinya:  “Aku niar shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

BACA JUGA : Kebun Binatang Ragunan Jakarta Tutup Saat Hari Pertama Lebaran

Niat shalat Idul Fitri sendiri:

“Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini lillahi ta’alaa.”

Artinya: “Aku niat shalat sunat Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Ied

Tata Cara Shalat Ied Rakaat Pertama

  1. Takbiratul Ihram
  2. Membaca Doa Iftitah

“Allaahu Akbaru kabiiraa-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-waashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.”

  1. Takbir Sebanyak 7 kali

Di sela-sela tiap takbir itu dianjurkan membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

(Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan