“Pokoknya target 120 orang, dengan waktu operasional 5 hari. Sebetulnya kemarin kalo saya simulasikan itu bisa lebih, tapi kan ini baru permulaan. Nanti setelah 1-2 minggu kita akan evaluas, apakah bisa ditambah atau tetap segitu, bahkan bisa juga dikurangi. Dan untuk jam buka dari jam 1 sampe jam 5,” jelasnya.
Terkait harga dirinya belum bisa menetapkan, pihaknya sedang berupaya untuk menggaet pihak ke 3. Hal ini terkait sistem pengelolaan dan cost pemeliharaan yang cukup tinggi. Hal ini agar keberlangsungan galeri bisa tetap terjaga.
“Kami merencanakan pengelolaan ini dilakukan oleh pihak ke tiga. Karena kalau oleh pihak ke tiga Inshaallah akan dikelola secara profesional. Kenapa demikian, karena cost pemeliharaannya begitu tinggi, kalo kita menggerakan APBD itu sangat tidak mungkin,” tambahnya.
Baca Juga:Wujudkan Rumah untuk Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Program MLTBerkuda dan Naik Delman di Pusdai, Jadi Alternatif Mengisi Waktu Ngabuburit
Tahun ini, Disparbud mengeluarkan anggaran terkait pemeliharaan sebesar Rp 2,13 miliar. Maka dari itu, kini pihaknya tengah menyeleksi pihak ketiga yang berkompeten dalam mengurus pengelolaan galeri Rasulullah tersebut.
“Untuk tahun ini kita mengeluarkan Rp 2,13 miliar untuk pemeliharaan, karena pengurus menyerahkan kepada kami. Sambil menyeleksi pihak ke 3 yang berkompeten dalam mengelola dan memelihara galeri itu sendiri” tandasnya.
Dalam acara ini turut di hadiri oleh mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua MUI Jawa Barat, Sekda Jawa Barat, Kepala Kementrian Agama Jawa Barat, dan pemerintah terkait lainnya. (mg1)
