JABAR EKSPRES – Hari Rasta (HR) tersangka pembunuhan Lisnawati,26, dengan modus tawar harga lebih tinggi dari harga pasaran Michat, harus menghabiskan masa mudanya di balik jeruji besi dan dinginnya sel tahanan Polres Cimahi.
Pemuda 23 tahun asal Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu diamankan anggota Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi pada Minggu (12/3/) malam kemarin.
Hilangnya nyawa Lisnawati berawal saat tersangka menyewa korban yang belakangan diketahui jika perempuan asal Padalarang itu berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).
Baca Juga:Polisi Beberkan Kronologi Pembunuhan Perempuan di Kandang AyamRugikan Negara Hingga Rp111 Juta, Pemkot Cimahi Musnahkan Ribuan Batang Rokok Ilegal
Pelaku menyewa perempuan yang bekerja sebagai pemuas birahi itu melalui aplikasi MiChat.
Berdasarkan hasil penyidikan pihak kepolisian, terungkap jika motif dibalik aksi sadis tersebut karena pelaku ingin menguasai barang berharga milik korban.
Sehingga, selain menghilangkan nyawa korban, dari aksi sadisnya itu, pelaku pun berhasil menggasak emas, ponsel, serta uang Rp2,5 juta milik korban.
Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono didampingi Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Luthfi Olot Gigantara mengungkapkan, modus tersangka dalam menjebak para korbannya di aplikasi MiChat dengan cara memberikan penawaran harga yang lebih tinggi.
”Jadi korban ini diiming-imingi dengan bayaran yang lebih tinggi dari biasanya,” ungkap Aldi, saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Rabu (15/3).
”Setibanya di TKP yang telah ditentukan, pelaku pun langsung menodong dan mengancam korban menggunakam senjata tajam,” imbuhnya.
Aldi menyebutkan, pelaku sudah empat kali melakukan aksi perampasan dan perkosaan dengan modus serupa, yakni menawar dengan harga tinggi di aplikasi MiChat.
Baca Juga:Modal Nomor WA, Bisa Dapat Saldo Dana Hingga Ratusan RibuAntisipasi Kerawanan Pemilu 2024, Polri Bakal Gelar Operasi Mantap Brata
Namun, hanya Lisnawati saja yang menjadi korban sampai terjadi pembunuhan, hingga jasadnya ditemukan warga dalam keadaan tidak bernyawa.
”Jadi pelaku ini sudah beraksi untuk ke empat kalinya, tapi korban-korban sebelumnya tidak sampai meninggal dunia dan tidak ada yang melaporkan perampasan itu,” bebernya.
”Mungkin mereka (korban) malu. Jadi korban-korban lainnya itu hanya diambil barangnya saja dengan modus yang serupa melalui MiChat,” lanjutnya.
Aldi mengaku jika pihaknya masih bakal mendalami kemungkinan adanya korban selain empat orang yang diakui oleh tersangka.
”Korbannya ada empat, jadi korban yang meninggal ini yang ke empat. Tapi akan terus didalami apakah ada korban lain selain yang empat orang ini atau tidak,” terangnya.
