Aldo menambahkan,koleksi mainan jadul itu didapat dari beberapa sumber. Mulai dari toko mainan lawas, orang yang menyimpan mainan lawas, kegiatan pameran mainan, hingga pemulung dan tukang loak. “Saya punya kontak tukang – tukang loak. Mereka juga sudah tau kalo kami koleksi mainan jadul. Jadi kalau mereka dapat mainan bisanya langsung menghubungi,” tuturnya.
Semangat Aldo dalam membangun museum itu juga untuk daya tarik wisata bagi Kota Bandung. Termasuk upaya menyelamatkan artevak mainan – mainan jadul agar tetap bisa dinikmati banyak oranh. “Statusnya barang antik wujudnya mainan,” pungkasnya. (mg4)
