Tatanan ekonomi serta sosial yang baru menuntut lokasi yang tepat dari situs-situs di berbagai pelosok Nusantara diketahui.
Aspek ilmiah triangulasi tidak dapat dipisahkan dari astronomi pengamatan, terdapat kesulitan dalam mengembangkan ilmu astronomi murni pada paruh kedua abad ke-19.
Di abad 17, Belanda merupakan salah satu negara yang memiliki sudut pandang filosofis revolusi ilmiah, kegiatan eksperimental, serta institusi pembelajaran. Semua ini adalah atribut yang sekarang kita kenali sebagai usaha ilmiah modern.
Baca Juga:Bikin Geram, Dewan Bakal Evaluasi Pelayanan Pasien di RSUD Kota Bogor, Ini Penyebabnya!Kemeriahan Aksi Barongsai di Bogor
Tiga pusat pendidikan ditanamkan etika penelitian pada awal abad ke-20, menurut Bambang, penelitian itu terletak di Leiden, Groningen, dan Utrecht, dan masing-masing memiliki institusi astronomi dengan haknya sendiri. Di antara pusat-pusat astronomi ini, Leiden berada di garis depan dan paling diistimewakan.
Dari Leiden Belanda ini, lanjut Bambang, beberapa astronom Leiden menerima dukungan finansial dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam ekspedisi ilmiah besar ke luar negeri dan ke koloni Belanda.
Hal itu dimanfaatkan oleh Oudemans, menurut Bambang, “Oudemans sebagai orang yang paling sukses dalam menggunakan ambisi kolonial untuk membiayai pembelajaran murni. Lahir di Amsterdam pada tahun 1827, Oudemans tumbuh dalam keluarga yang berorientasi ilmiah, dan pada usia enam belas tahun ia mendaftar sebagai mahasiswa di Universitas Leiden. Di sana dia menghadiri kuliah Frederick Kaiser, yang meyakinkannya untuk berspesialisasi dalam astronomi. Kaiser kemudian menjadi mentornya” tulisnya.
Oeudemans kemudian mengunjungi Hindia Belanda tahun 1857, di masa itu dia ditunjuk oleh Raja Willian III Raja William III untuk menjadi kepala insinyur dari Geographical Service di Hindia Belanda.
Oudemans pertama kali datang ke Hindia Belanda menghasilkan peta terperinci dengan prosedur standar triangulasi topografi, lalu kedua memverifikasi posisi secara independen dengan cara astronomi.
Situasi di koloni, kata Bambang, tidak kondusif untuk mendukung proyek itu dan jauh dari akomodatif bagi ilmu pengetahuan murni. Pada 1850 Gubernur Jenderal sudah meminta Sjuurd de Lange untuk melakukan pengamatan astronomi di Hindia untuk memperbaiki peta maritim.
Astronom Oudemans, singkatnya, sangat punya peran pada dunia Astronomi baik di Belanda dan koloni-nya.
