Tri Dharma

 

Jimmy Marta

Ada lagi istilah, dapat uang betina. Kemanapun uang diputar, ia akan beranak pinak. Belikan angkot, dari satu menjadi seribu. Belikan sepetak sawah, jadi berhektar2. Ini beneran atau istilah saja, anda tentu sudah tahu. Yg bertangan dingin itu nyata adanya. Diantara perusuh disini mungkin saja ada. Atau minimal anda pernah ketemu. Kalau belum pernah bersua, mungkin mainnya perlu diperjauh (mungkin bisa nanya abah atau pak wagiman). Tapi anda jangan terlalu percaya. Belive or Not aja. Takutnya kalau percaya, anda akan nyuruh coba usaha lain. Coba modali dg satu istri….xixi…

 

Rihlatul Ulfa

Saya tahu sebuah keluarga yg anaknya ditembak begitu saja akan sangat murka. tapi tolong logika lah. perselingkuhan Yosua dengan Putri sangat masuk di logika saya. akankan sebenarnya Putri mengatakan kepada Sambo bahwa ia berselingkuh? dan Sambo gelap mata dan akhirnya menembak Yosua. siapa yg tidak sakit hatinya, seorang ajudan mencobai emas dunia milik Sambo itu. dan perselingkuhan di Magelang diketahui oleh Kuat Ma’ruf yg juga ‘dr rekaman cctv’ terlihat Kuat Ma’ruf memasuki lift bersama putri kelantai 3. dan saat ditanya oleh JPU tentang hal itu putri mengatakan ‘saya lupa, saya juga tidak tahu kenapa saya kesitu’ nafsu Putri mungkin terlalu tinggi, tidak baik mempunyai suami yg suoer sibuk seperti Sambo hihihi

 

Kliwon

Setuju sama kang Amat. Saya juga mau belajar komentar yang serius & berisi. Biar kelihatan pintar & intelek kayak bapack² yang lain. Apalagi Disway konon mau bikin rubrik artikel komentator layaknya Kompasiana. Tapi apa daya, bertahun² bacaan saya cuma buku primbon & tafsir mimpi. Dipake buat komentar rada serius dikit aja, otak udah ngebul kayak knalpot bus kota yang belum mesin Euro.

 

Johannes Kitono

Membaca CHD Ngaji Wagiman seperti baca kisah 1001 Malam di Timur Tengah. Hebat, anak desa yang tekad mau merubah nasib dengan hijrah ke Ibukota Jakarta. Pernah jadi ART di rumah Wakabulog yang kena kasus Bulogate sebesar Rp.35 mily yang melibatkan tukang pijit Presiden Gusdur. Dari ART pindah kerja ke kantor Arsitek,tentu pengalaman dan wawasan semakin bertambah. Jadi insinyur tukang dan praktek sebagai kontraktor. Untuk melengkapi persyaratan pendidikan menjadi Bupati, ikut paket ABC. Sama paketnya seperti yang dimiliki Ketum partai asal Kalbar. Yang depan namanya kemudian ditambah lagi DR entah dari Univ mana. Sesudah mapan dan kaya bangun mesjid dan pesantren di kampung halamannya. Hebat, tidak semua orang kaya bisa menjadi Filantropis seperti bohir Wagiman. Batal niat menjadi Bupati dan ganti nama menjadi Ibrahim Wagiman sudah tepat keputusannya. Jangan ikuti jejak ex Gubernur yang tidak menghormati Ducapil. Demi kepentingan politik dan untuk mendulang suara dan bikin sensasi. Setelah berbincang dengan Pendeta di gereja tahu tahu didepan namanya di tambah nama Yohanes lagi. Kasihan manteman yang kebetulan bernama Yohanes. Kok ada capres dan yang kurang atau over pede memakai nama yang sama. Hanya demi mendulang suara terpaksa harus murtad juga. Semoga pesantren maupun Mesjid yang dibangun P Wagiman bukan hanya bisa menampung 1000 santri dan umat.Tetapi juga bisa bertahan sampai 1000 tahun lagi.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan