Ketua IKA FH Unpak Ingin Bersatu dan Lakukan Perubahan

Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Pakuan (IKA FH Unpak) Agus Ridhallah mengatakan pihaknya akan bersinergi buat suatu gebrakan
Ketua IKA FH Universitas Pakuan, Agus Ridhallah. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

BOGOR – Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Pakuan (IKA FH Unpak) Agus Ridhallah mengatakan pihaknya akan bersinergi membuat suatu gebrakan dalam sejumlah program dengan melibatkan para ahli hukum jebolan atau lulusan FH Unpak.

Dirinya yang baru terpilih menahkodai para alumni fakultas hukum kampus tertua di Bogor itu berambisi menjadi motor perubahan dimasa kepemimpinannya pada 2023 hingga 2027 mendatang.

Menurutnya, IKA FH Unpak terlalu lama molor alias stagnan. Dengan begitu, Ia mencoba menggaungkan program baru melalui potensi-potensi yang dimiliki dari setiap alumnus.

Baca Juga:Tim Densus 88 Anti Teror Tangkap Dua Orang Warga MalabarRumah Makan Khas Sunda Saung Barokah, Sajikan Nuansa View Alam Pegunungan Waduk Jati Gede

“Pertama saya punya optimisme tinggi itu karena pada saat Mubes dan ajang temu alumni, begitu antusias teman-teman alumni yang hadir,” ungkapnya saat dijumpai JabarEkspres.com pada Minggu, 11 Desember 2022.

“Yang penting itu sekarang ini kita berbenah dulu. Karena memang kita sudah cukup lama juga stag,” imbuhnya.

Dia menyebut, ada 11.200 dalam 40 angkatan alumni lulusan FH Unpak tersebar di seluruh Indonesia dengan beragam profesi dan jabatan. Hal itu menjadi pecutan untuknya menggali sejumlah potensi yang ada.

“Itu merupakan potensi, mereka (Alumnus) bergerak diberbagai bidang baik itu di pemerintah, lawyer, TNI/Polri dan lainnya,” sebutnya.

Dalam waktu dekat ini, pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor itu juga mengaku, akan melakukan konsolidasi untuk menyelaraskan visi dan misinya untuk lima tahun ke depan.

Sebagai tahap awal, dirinya berjanji akan membenahi sejumlah regulasi yang dinilai menghambat dan membenahi sumber daya manusia (SDM), serta membangun struktur yang kuat.

“Karena organisasi itu yang paling penting adalah bagaimana kita membangun sebuah struktur yang bagus di dalam. Kita sekretariat aja belum punya, itu menjadi PR juga,” bebernya.

Baca Juga:Program Kartu Prakerja Gelombang 48 Segera Dibuka, Anggarannya Rp 5 Triliun!Proyek Pembangunan Masjid Margonda Terancam Batal, Ada Apa?

Selanjutnya, pihaknya akan berfokus merangkul para alumni yang saat ini menempatkan diri sebagai ahli hukum untuk membahas sejumlah isu penting dalam berbagai konteks.

Dia menambahkan, pihaknya mendorong para alumni untuk senantiasa legowo melibatkan diri serta berkontribusi dalam kemajuan bendera kampus dikancah nasional maupun internasional.

“Kedepannya kita akan terus selaraskan, bagaimana mengembangkan potensi-potensi yang ada. Saya yakin banyak sekarang yang sudah berkiprah di tingkat nasional dan lokal, nanti kita akan dorong agar mereka lebih banyak berperan,” harapnya. (yud/yan).

0 Komentar