Workshop Musik di Sunan Ambu ISBI Bandung, Progresif Jazz Menggaung

Editor: Reporter: Winda Ayu Ghaniyah

Rea istilah bahasa Sunda yang memiliki arti rame, ramai, segala macam ada. Hal ini sangat mewakili sajian karya yang diciptakan oleh Rizki mahasiswa Pascasarjana ISBI Bandung.

Sajian karya Rea mengambil genre musik progresif jazz. Sajian itu dimainkan oleh beberapa lulusan mahasiswa prodi seni karawitan dan prodi musik bambu.

Pada sajiannya permainan drum, piano, gitar, bass, biola, suling serta rebab memanjakan telinga para apresiator.

Rizky di drum, Arie di keyboard, Firman di suling dan bangsing, Wihendar di rebab, Rio di gitar, Irwan di Bass, Yuda di biola.

Baca Juga: Pagelaran Seni di ICAS-Fest 2022 Jadi Jantung Seni Mahasiswa Pascasarjana ISBI Bandung

Harmoni musik yang disajikan memiliki kesan yang lembut, tidak terlalu keras, juga meneduhkan hati dan pikiran.

Bagaikan cahaya bulan purnama yang sinarnya tidak seterik matahari, penuh keteduhan juga kelembutan.

Di setiap bagian-bagian musiknya memiliki harmonisasi tersendiri. Alunan suara suling yang melengking dengan nada-nada diatonic serta pentatonis, begitu menghipnotis indra pendengaran.

Juga menggiring imajinasi setiap apresiator dengan nuansa pedesaan. Tak luput dengan warna suara rebab yang begitu membuai hati para penonton dengan warna suara laras salendro yang khas.

Baca Juga: Mengagumkan! Warna Baru Musik Jazz Karya Mahasiswa Pascasarjana ISBI di Festival ICAS 2022

Perpaduan nada, irama yang dihasilkan alat musik Sunda (rebab, suling) dan alat musik universal sangat membaur.

Andai saja pencipta menambahkan alat musik kendang pada sajiannya, warna musik serta nilai estetis pertunjukannya pun akan berbeda.

Namun jika di telaah lebih dalam, pola-pola tepak kendang disisipkan dalam tabuhan-tabuhan drum.

Mengapa karya ini masuk ke dalam genre progresif, dikarenakan permainan bagian-bagian musiknya tidak sepeti biasa memakain chord-chord dasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *