Bangun Ketangguhan dan Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Kota Cimahi Gelar SMAB  

Editor:

Jabarekspres.com –BPBD Kota Cimahi berupaya terus melakukan mitigasi bencana. Hal tersebut dilakukan untuk membangun ketangguhan dan kesiapsiagaan saat terjadi bencana yang bisa datang kapan saja.

Tidak hanya menyasar masyarakat yang ada di wilayah, BPBD Kota Cimahi juga menyasar siwa dan warga sekolah untuk diberikan pemahaman dan pembekalan tentang penanggulangan kebencanaan.

Hal itu dilakukan BPBD Kota Cimahi karena sekolah menjadi salah satu tempat berkumpulnya masyarakat, khususnya anak-anak. Sehingga, diharapkan pembekalan tersebut bisa membuat kegiatan belajar mengajar kondusif serta aman dari ancaman bahaya yang tidak dapat dihindarkan.

Dalam kegiatan yang diberi nama Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) tersebut, BPBD Kota Cimahi memberikan pelatihan terkait kesiapsiagaan bencana kepada siswa dan guru serta warga sekolah lainnya dengan tujuan agar mereka memiliki pengetahuan tentang pencegahan dan penanggulangan kebencanaan.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Herry Z mengatakan, kegiatan SMAB menjadi sarana bagi guru dan siswa untuk belajar tentang lingkungannya. Terlebih yang berkaitan dengan bencana.

”Harapannya siswa dan guru bisa menjadi agen untuk memberikan informasi kepada keluarga dan masyarakat sekitar,” katanya, saat membuka Kegiatan Sekolah/ Madrasah Aman Bencana (SMAB) di SMP Negeri 1 Kota Cimahi, Jalan Rd Embang Artawidjadja No. 12 Kota Cimahi, Rabu (9/11).

Herry juga berharap, kegiatan tersebut bisa menyadarkan masyarakat terkait literasi bencana. Sehingga tercipta budaya sadar akan bencana.

”Kegiatan ini dilakukan dengan harapan agar peserta bisa menularkan pengetahuan yang sudah didapat kepada keluarga dan masyarakat. Sehingga, dalam menghadapi kesiapsiagaan bencana semua elemen dapat tersampaikan oleh sosialisasi ini,” bebernya.

Dia menuturkan, sekolah aman bencana adalah komunitas pembelajaran yang berkomitmen akan budaya aman dan sehat, sadar akan risiko, memiliki rencana yang matang dan mapan sebelum, saat, dan sesudah terjadinya bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *