“Jadi ikutan meneliti keganjilan di foto copy ijazah. Selain cap 3 jari yg tdk menyentuh pas photo, juga huruf “M” pd tulisan “DEPARTEMEN” distempel kenapa bs. Nggak ada ya ?” tulisnya pada Sabtu (22/10)
Hal itu lantas membuat warganet semakin bertanya-tanya soal fakta keaslian ijazah SMA Jokowi.
Warganet lain membalas jika hasil fotokopian ijazah tersebut kemungkinan berbeda dengan asli. Termasuk ketentuan format pada tahun penulisan ijazah yang tidak mempunyai ketentuan khusus,
Baca Juga:Kumpulan Kode Promo Voucer OYO Oktober – Desember 2022, Diskon Hingga 75 PersenResmi! Berikut Daftar Harga Iphone 14 Series di Indonesia
“Kok foto di jazah SMA nya, ngga terkena sidik jari? Biasanyakan sidik jari itu harus diatas foto, sama seperti tanda tangan? Ahh.. mgkn jaman dulu format nya msh bebas.. entahlah…,” balas @firman***
Jadi ikutan meneliti keganjilan di foto copy ijazah. Selain cap 3 jari yg tdk menyentuh pas photo, juga huruf "M" pd tulisan "DEPARTEMEN" distempel kenapa bs. Nggak ada ya ? 🤔🤔 pic.twitter.com/pF98KrQLiz
— Ayah Jangkrik (@JangkrikLampung) October 21, 2022
3. Ijazah SMA Jokowi Diduga milik Djoko Wahyudi yang sudah dibeli RP10 Miliar
Fakta baru terungkap soal ijazah SMA Jokowi yang diduga palsu. Seorang pria asalSukoharjo bernama Djoko Wahyudi disebut-sebut oleh Bambang Tri Mulyono sebagai pemilik asli Ijazah SMA Surakarta milik Jokowi.
Djoko mengaku sebagai salah satu teman Jokowi semasa menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP), yang kini menjadi SMAN 6 Surakarta.
Djoko Wahyudi sempat memberikan pengakuan yang cukup menghebohkan. Djoko mengaku ijazahnya SMA miliknya pernah ditawar dengan harga yang fantastis, yaitu Rp 10 miliar.
Dikutip dari hasil penelusuran detikjateng, Djoko Wahyudi yang adalah warga Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, pernah menerima SMS misterius ke nomor pribadinya pada awal tahun 2022.
Baca Juga:Dua Game Paling Mudah untuk Dapat Saldo Dana Gratis hingga Rp100 Ribu per HariJulukan Peppy dan Misteri Buku Hitam Ferdy Sambo
Isis SMS itu menawarkan jika ijazah atas namanya hendak dibeli seharga Rp 10 miliar.
“Saya pernah mendapat SMS, ijazah atas nama Djoko Wahyudi mau dibeli Rp 10 miliar. Saya tidak tahu dari siapa, karena tidak ada namanya, hanya nomor saja,” kata Djoko kepada detikJateng, Selasa (18/10).
Fantastisnya harga tawaran itu justru membuat Djoko menjadi ragu dan merasa curiga jika SMS itu adalah modus penipuan.
“Saya meragukan kok ijazah dibeli Rp 10 miliar, jadi saya biarkan,” ujar Djoko.
Namun saat ini, ia mengaku sudah menghapus kiriman SMS itu. Si penawar pun tak lagi menghubunginya.
