Diketahui, Presiden Jokowi merupakan lulusan dari SMAN 6 Surakarta tahun 1980.
Padahal menurut sejarah, saat tahun 1980 SMAN Surakarta masih bernama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP).
Melansir Wikipedia tertulis, SMA Negeri 6 Surakarta berdiri pada tahun 1985 dengan nama Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP) Nomor 40 Surakarta.
Ijazah Jokowi SMA dianggap palsu karena lulus pada 1980, sementara SMA Negeri 6 Surakarta baru berdiri pada 1985. Data inilah yang memicu perdebatan di dunia maya.
Baca Juga:Kumpulan Kode Promo Voucer OYO Oktober – Desember 2022, Diskon Hingga 75 PersenResmi! Berikut Daftar Harga Iphone 14 Series di Indonesia
Kepala SMAN 6 Surakarta periode 2015-2020 Agung Wijayanto memilih tidak ingin menanggapi berlebihan terkait isu ijazah Jokowi.
“Kalau yang begini-begini saya tidak mau berpendapat. Biar masyarakat sendiri yang menilai,” kata Agung dikonfirmasi, Senin 10 Oktober 2022.
Menurut Agung dirinya sudah sering mengkonfirmasi terkait ijazah Jokowi.
Sehingga apabila ada yang masih meragukan bisa datang ke SMAN 6 Surakarta.
“Saya pikir dari saya lebih dari cukuplah bagi yang berpikir. Iya yang masih meragukan bisa mengecek ke SMAN 6 Solo karena dokumennya ada di SMAN 6 Surakarta,” ungkap Agung yang sekarang masih menjabat sebagai Kepala SMAN 3 Surakarta.
Sebagai informasi, pendirian SMPP sesuai dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 025b/0/1975 tentang Pembukaan Beberapa Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan di Provinsi Tingkat I Jawa Tengah.
Selain di Solo, dalam SK Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pembukaan SMPP juga dilakukan di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purwodadi.
Kemudian sekolah (SMPP) menerima murid angkatan pertama baru tahun 1976. Termasuk di dalamnya Jokowi.
Baca Juga:Dua Game Paling Mudah untuk Dapat Saldo Dana Gratis hingga Rp100 Ribu per HariJulukan Peppy dan Misteri Buku Hitam Ferdy Sambo
Seiring perkembangan waktu, pada tahun 1985, SMPP berubah nama menjadi Sekolah Menengah Utama Tingkat Atas dan kemudian berubah menjadi SMAN 6 Surakarta sampai sekarang.
Perubahan nama sesuai dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0353/0/1985.
2. Cap tiga jari tidak menempel di foto
Fakta mengejutkan tentang ijazah SMA Jokowi yang diduga palsu datang dari seorang warganet Twitter ber-username @jankriklampung.
Dalam cuitan terusannya, dia turut meneliti kejanggalan yang ada di fotokopian Ijazah SMA Surakarta milik Jokowi. Ia mempertanyakan soal cap tiga jari yang tampak terpotong dan tidak menempel pada pass foto ijazah.
