JABAREKSPRES.COM – Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang menelan korban jiwa hingga 131 nyawa mendapat komentar dari akun Twitter Polsek Srandakan Kabupaten Bantul DIY. Sayangnya komentar tersebut dinilai tak pantas keluar dari akun sebuah institusi Polri. Akibatnya akun tersebut kini dapat kecaman publik.
Unggahan Akun Twitter Polsek Srandakan yang dapat kecaman terebut, merupakan beberapa balasan dari komentar netizen tentang insiden maut di Stadion Kanjuruhan.
Kata-kata dalam cuitan akun @polseksrandakan tersebut tidak mencerminkan institusi yang harusnya mengayomi, karena justru terkesan menyalahkan penonton.
Baca Juga:Kanjuruhan MangindaanAnak Muda di Jawa Barat Yakin Ganjar Bisa Kembangkan Potensi Pariwisata Indonesia
Saat dicari lagi, unggahan dari akun tersebut ternyata telah dihapus. Namun, tangkapan layar cuitan akun Polsek Srandakan itu sudah beredar di media sosial.
Awal mula kecaman datang atas komentar tak pantas itu, dari akun Twitter @akmalmaharli. Dia menuliskan ‘penembakan gas air mata salah satu penyebab puluhan jiwa tewas di stadion kanjuruhan. STOP KOMPETISI ATAS DASAR KEMANUSIAAN! Cc @jokowi @Kiyai_MarufAmin’. Selanjutnya, akun Twitter @polseksrandakan membalas cuitan tersebut dengan kata ‘Modyarrr’.
Komentar serupa juga tampak diunggah lagi dari akun yang sama pada Minggu (2/10) pukul 12.39 WIB, yang membalas cuitan @indohooligan12 dengan kata-kata ‘gek do belani opo koe ki’.
Aksi tersebut ternyata berlanjut, akun @polseksrandakan kembali menimpali cuitan akun @f12xos dengan ‘Salut sama pak tentara, musnahkan’.
Namun pada Minggu (2/10) pukul 17.23 WIB akun @polseksrandakan sudah menghapus balasan pada akun-akun tersebut.
Kapolsek Srandakan Kompol Sudarsono yang dikonfirmasi wartawan terkait akun tersebut, membenarkan bahwa akun @polseksrandakan memang milik Polsek Srandakan.
Kompol Sudarsono bahkan sudah melakukan pemeriksaankan terkait admin akun tersebut. Namun Admin mengaku sama sekali tidak menuliskan komentar-komentar tersebut. Sehingga diduga akun milik Polsek Srandakan telah diretas.
“Jadi begini, saya juga baru tahu, dapat laporan dari anggota kalau di medsos (Twitter) dari akun Polsek Srandakan memberikan pernyataan yang tidak pas,” jelasnya.
Baca Juga:Harga kedelai naik, Pengrajin tahu tempe di Jabar menjeritViral, Gagal Ditilang Polisi Gara-gara Ngaku Sebagai Istri Suga BTS
Kasus tersebut sudh ditangani ole Propam Polres Bantul. Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, pihaknya kini telah membuat laporan polisi terkait peretasan tersebut ke tim siber Polda DIY.
