Kemenkominfo Gelar FGD Bersama WIR Group, Indonesia Menuju Era Metaverse

Editor: Reporter: Yanuar Baswata

JabarEkspres.com, BANDUNG – Menuju era Metaverse, Indonesia berupaya kembangkan teknologi informasi untuk memudahkan sarana komunikasi dan interaksi masyarakat, tanpa harus terkendala oleh ruang dan waktu.

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Widodo Muktiyo mengatakan, dengan berkembangnya kemajuan teknologi informasi menuju era Metaverse bisa membangun demokrasi negeri yang lebih baik.

“Ada dua hal yang perlu dipahami, pertama kita harus menetapkan tujuan komunikasi publik kita, sehingga bisa diterima dan menyesuaikan dengan khalayak (setiap kalangan),” kata Widodo saat gelar Focus Group Discussion Masa Depan Komunikasi Publik di Era Metaverse di Bandung, Selasa, 27 September 2022.

Diketahui, era Metaverse merupakan dunia komunitas virtual yang dibangun saling terhubung satu sama lain, nantinya orang dapat bertemu, bekerja, dan bermain, bahkan bertransaksi jual-beli layaknya dunia nyata berkat bantuan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR).

“Kemudian terkait ruang publik, akses-akses masyarakat juga berubah, sehingga bisa mengakses saluran di luar (negeri) dan punya peluang menyampaikan pemikiran kita,” ujarnya.

Menurut Widodo, kemajuan teknologi informasi perlu disikapi secara bijak, sebab berpotensi merubah kebiasaan atau kultur di kalangan masyarakat.

Karenannya, perlu dilakukan pemilahan terhadap informasi yang tersebar luas, agar tidak menimbulkan dampak negatif baik secara pola pikir maupun aktivitas.

“Pemerintah di sini memfasilitasi (kemajuan teknologi informasi) maka Indonesia terkoneksi (internet). Inilah ruang bagi kita untuk beraktualisasi,” ucapnya.

“Hilirnya mau kemajuan ekonomi, demokrasi atau lainnya tinggal dipilih, yang penting berjuang bersama dan beradaptasi (menuju era Metaverse),” lanjut Widodo.

Hal senada disampaikan oleh Guru Besar Fikom Unpad, Eni Maryani. Dia menuturkan, di tengah perkembangan digitalisasi, perubahan ada di tangan manusia yang memegang kendali teknologi bukan sebaliknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *