JABAREKSPRES.COM – Bisakah seseorang melihat pertanda buruk? lalu apa yang harus dilakukan saat melihat pertanda buruk?. Dalam Islam, Rasulullah saw pernah mencontohkan dengan cara mendidik sahabatnya agar bersikap wajar ketika melihat sebuah pertanda buruk. Lalu Rasulullah juga menganjurkan membaca doa saat melihat pertanda buruk.
Seseorang bisa merasakan ada pertanda buruk yang akan menimpanya. Sesuai tuntunan dari rosul, kita tidak perlu menanggapinya dengan panik, cukup tenang dan berlaku sewajarnya saja.
Hal ini karena Rasulullah mengajarkan doa yang menunjukkan bahwa kebaikan dan keburukan itu berada di tangan Allah, bukan ditentukan oleh sebuah pertanda buruk.
Baca Juga:Lirik Lagu Runtah Versi Neng Azmi yang Viral Tiktok dan Youtube, Lengkap dengan ArtinyaLink Tes Ujian KELEMAHAN, Seperti Apa Sisi Negatif yang tak Pernah Kamu Sadari
Dilansir dari Islam.nu.or.id, Rasulullah mengajarkan doa sebagai berikut ketika kita melihat sebuah pertanda buruk
: اللَّهُمَّ لَا يَأْتِي بِالحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا يَذْهَبُ بِالسَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Allāhumma lā ya’tī bil hasanāti illā anta, wa lā yadzhabu bis sayyi’āti illā anta, wa lā hawla wa lā quwwata illā billāhi.
Artinya: “Ya Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, dan tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Engkau. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali kekuatan Allah.”
Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Abu Nuaim, dan Ibnus Sinni. (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz I, halaman 407).
Imam An-Nawawi menyebutkan riwayat Ibnus Sinni dari Uqbah (Urwah) bin Amir Al-Juhani ra bercerita, suatu hari Rasulullah ditanya perihal pertanda buruk. Ia menjawab:
“Paling benarnya adalah pertanda baik. Sedang pertanda buruk tidak dapat menolak seorang muslim. Kalau kalian melihat pertanda (buruk) yang kalian tidak sukai, hendaklah membaca, ‘Allāhumma lā ya’tī bil hasanāti illā anta, wa lā yadzhabu bis sayyi’āti illā anta, wa lā hawla wa lā quwwata illā billāhi,’ ” (An-Nawawi, Al-Adzkar, [Kairo, Darul Hadits: 2003 M/1424 H], halaman 300).
Dalam hadits tersebut, Rasulullah menegaskan bahwa sebuah pertanda buruk tidak dapat menolak atau membelokkan dari maksud baik seorang muslim. Wallahu a’lam.
