Yang penting, nikmati dulu barangnya, nikmati rasa gengsi yang timbul karena membeli barang mahal.
Manfaat barang yang dibeli justru seringkali sekadar menjadi pertimbangan kedua.
Masalah mulai timbul ketika tagihan kredit datang pada kemudian hari. Ternyata jumlahnya membengkak akibat sistem “bunga berbunga” yang diterapkan.
Intinya, masyarakat pada zaman penuh ‘wah’ saat ini mau-mau saja terjun ke dalam praktik riba asalkan bisa mendapat barang mewah impiannya.
Benarlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Baca Juga:Link Baca Manga Jujutsu Kaisen 197 Bahasa Indonesia, Simak Disini!Queen Elizabeth II, Seorang Pilar Stabilitas dalam Masa Gejolak
‘Akan datang suatu zaman ketika manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.’ (HR. Bukhari, no. 2083, dari Abu Hurairah)
Tentu Allah tidak meridhai hal ini, bahkan Allah memurkainya. Lalu bagaimana kiat agar kita tidak mudah terjerumus dalam praktik riba?
- Berilmu terlebih dulu
Dalam bertindak, Islam selalu mengajarkan agar umatnya berilmu terlebih dahulu.
Dalam masalah ibadah, Islam mengajarkan hal ini agar amalan seseorang tidak sia-sia. Dalam masalah muamalah pun demikian.
Jika tidak diindahkan, seorang muslim bisa terjerumus ke dalam sesuatu yang diharamkan.
Misalnya seorang pedagang hendaklah paham seputar hukum jual beli.
Jika ia tidak memahaminya, bisa jadi ia memakan riba atau menikmati rezeki dengan cara yang tidak halal.
Kalau kita bahas masalah utang, utang itu harus dikembalikan dengan yang semisal, tidak boleh ada tambahan. Jika tidak, maka terjerumus dalam riba.
Baca Juga:Daftar Podcast Horor Terseram Berdasarkan Kisah Nyata, Siap Temani Malam Jumatmu!Rekomendasi 5 Film Netflix yang Sedang Trending!
- Bahaya riba yakni sebagai berikut:
- Semua yang terlibat di dalam transaksi riba terkena laknat
- Pada hari kiamat diancam dengan perut yang besar seperti rumah dan dipenuhi dengan ular-ular
- Dosa riba yang paling ringan seperti menzinai ibu kandung sendiri
- Tidak bermudah-mudahan dalam berutang
- Memiliki sifat qana’ah
- Berada dalam majelis ilmu dan komunitas anti-riba
Berteman dengan orang-orang yang bisa menjauhkan kita dari riba. Pegang prinsip mulai saat ini: STOP NAMBAH UTANG!”.
Itulah khutbah Jumat hari ini mengenai bahaya riba ketika berhutang.
