Surat Kuasa

Ilustrasi Harian Disway--
Ilustrasi Harian Disway--
0 Komentar

Ia aktivis sejak di almamater. Ia tokoh aktivis 1998 –hanya saja tidak termasuk yang diculik Tim Mawar. Ia juga ikut mendirikan KB-UI –Keluarga Besar Universitas Indonesia– yang sangat kritis itu.

Ia keturunan Jombang tapi lahir di Jakarta. Di kompleks TNI AL. Karena itu ia masuk SMAN 52 Jakarta. Kampung asli ayahnya dekat Tebuireng, Jombang, dan keluarganya menjalin hubungan dekat dengan pondok ”Bintang Sembilan” NU itu. Bahkan kakeknya termasuk salah satu pendiri pondok Bintang Sembilan lainnya: Lirboyo, Kediri.

“Saya ini keturunan Islam,” katanya.

Bahwa namanya Deolipa itu terkait dengan hari kelahirannya: Desember-rebO-Legi-Pagi. “Lihatlah kalender lama. Tanggal 13 Desember 1972 pasti Rebo Legi,” ujarnya.

Baca Juga:Nikotin, Racun dalam Rokok yang Ternyata Punya Manfaat untuk Tubuh, ini PenjelasannyaIkatan Istri Karyawan Pegadaian (IIKP) Berikan Bantuan Untuk Para Lansia

Saya pilih percaya saja. Saya tidak punya kalender lama. Mau bertanya ke Google saya ragu: apakah software Amerika punya kepercayaan pada Pon-Wage-Kliwon.

Saya belum pernah bertemu dengannya. Tapi ia bisa bercerita dalam sekali soal jerohan kepolisian.

“Jangan-jangan Anda ini pernah aktif di kepolisian…,” tanya saya.

Ia hanya tertawa lebar. “Pokoknya saya ini orang dalam lah,” jawabnya.

“Pangkat terakhir Anda apa,” tanya saja agak ngawur sambil memancing.

“Pangkat saya seniman,” jawabnya.

Saya pun melihat foto status di HP-nya: memangku gitar. Ia gitaris. Punya grup band.

Dan inilah acara Deolipa berikutnya: konser musik. Yakni untuk mengenang Brigadir Yosua. Senin minggu depan. Di Bidakara, Jakarta. Ia sendiri penyelenggaranya: Deolipa Project Band dan Deolipa Yumara Law Office.

Saya hanya bisa usul kecil-kecilan: agar lagu satu ini ikut dinyanyikan. Inilah salah satu lagu yang belakangan suka dinyanyikan Yosua: Full Senyum Sayang.

Di samping menonton konser tetaplah memperhatikan siapa pengacara Bhadara E berikutnya. Lalu ke mana orientasinya.

Baca Juga:Dompet Dhuafa Matangkan Skill Ratusan Mahasiswa Penerima Beasiswa Etos IDBesok Hari Pramuka, Berikut 20 Link Twibbon Hari Pramuka ke 61 Tahun 2022 Cocok Dipasang di Sosmed

Cukup. Baiknya Anda jangan tebak dulu ke mana arah perkembangannya. Kecuali Anda sudah dewasa.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Tembak Menembak

Er Gham

Beberapa senator atau anggota kongres du Amerika berasal dari militer. Terutama yang dianggap sebagai pahlawan perang. Atau minimal memiliki pengalaman perang. Jadi memiliki track record sebagai patriot. Sikap mencintai tanah airnya tidak diragukan. Berbeda dengan di sini. Terkadang track record nya kurang jelas. Gelar sarjana atau magister juga dari antah berantah. Tapi ditulis lengkap dalam poster kampanye. Tidak ada perang belakangaan ini, jadi tidak ada pahlawan perang. Kecuali perang di Timor Leste yang lama berakhir. Latar belakang terbanyak menurut saya adalah pedagang, tapi mereka menyebutnya pengusaha. Mungkin karena ada uang untuk kampanye atau uang untuk mahar (baca: sumbangan) ke partai pengusung. Jarang juga teknokrat yang terjun ke politik. Mungkin alergi karena terkadang harus memanipulasi kata kata. Tabungan juga tidak cukup. Makanya politik di sini seperti perdagangan. Semua bisa selesai kalau ada uang. Tidak semua memang. Masih banyak yang baik. Hanya jika orang baik tidak mau terjun ke politik, maka orang jahat yang akan ambil alih.

0 Komentar