Hanya 20 Persen Sampah di Kota Bandung Terolah , Sinergi Program Kang Pisman dengan Buruan Sae Makin Ditingkatkan

Dia menargetkan kerja sama ini dapat dioptimalkan dan diperbanyak secara maksimal demi memberdayakan produk hasil Buruan SAE maupun Kang Pisman, yang diharapkan  bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat tapi juga memiliki nilai ekonomi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, pihaknya ingin memastikan bahwa ketahanan pangan menjadi program bersama dalam pergelaran konferensi Urban 20 (U20).

Dan Buruan Sae Kota Bandung menjadi sebuah praktik yang bisa dicontoh oleh banyak kota di dunia.

“Kita ini kan tidak memanfaatkan lahan yang luas, jadi selalu kita tanamkan bahwa tanpa lahan pun kita bisa bertanam. Kedua, kita ini terintegrasi dari sisi komponen jadi yang dikembangkan bukan satu jenis sayuran saja tapi juga ke budidaya ikan dan ternak. Ketiga, ada integrasi berbagai program, katakanlah Kang Pisman yang menjadi program yang tidak terpisahkan dari Buruan SAE,” jelasnya.

Hal itu, beber Gin Gin, adalah hal yang efektif, merujuk selama ini pengolahan sampah hanya diolah dan selesai. Saat ini, terdapat integrasi, sampah yang telah diolah bisa dimanfaatkan untuk Buruan Sae.

“Ini menjadi terintegrasi dan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Menjadikan (program) ini luar biasa, termasuk lembaga internasional. Karena upaya menggerakkan masyarakat itu cukup sulit dilakukan di negara-negara atau wilayah lain dan disini terbukti berhasil,” kata dia. (arv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *