Penipuan Jadi Kasus yang Marak Terjadi di Jawa Barat

Editor:

Jabarekspres.com – Penipuan menjadi jenis kejahatan yang marak terjadi di provinsi Jawa Barat (Jabar) sepanjang tahun 2020, dilansir dari databoks.katadata.co.id, Selasa (16/11/21).

Kejahatan berupa penipuan yang terjadi di Jabar tercatat sebanyak 19.798 kasus. Namun, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut sebenarnya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yakni sebanyak 20.540 kasus.

Aksi kejahatan itu tercatat mendapatkan laporan sebanyak 3.326 kasus sepanjang tahun 2020.

Di bawah kasus penipuan, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menempati posisi kedua kasus kejahatan yang sering terjadi di Jabar, yakni sebanyak 2.576 kasus.

Pemakaian obat-obatan terlarang atau penggunaan narkotika menempati posisi ketiga dalam kasus kejahatan yang kerap terjadi di Jabar, yakni sebanyak 2.073 kasus.

Kota Banjar mencatatkan angka terendah kasus kriminal dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Jawa Barat, yakni sebanyak 107 kasus.

Tidak semua kasus kejahatan tersebut mampu ditangani oleh pihak kepolisian. Kepolisian setidaknya berhasil menyelesaikan persentase kasus kejahatan yang mencapai 80,06% pada 2020 di Tatar Sunda.

Angka tersebut pun mengalami peningkatan dibandingkan dengan kasus kriminal yang dapat ditangani kepolisian, yakni sebanyak 74,75%.

Berdasarkan data lainnya dari BPS pada tahun 2018, Jabar menempati posisi kedua sebagai salah satu provinsi yang banyak menerima laporan kejahatan asusila, yakni sebanyak 349 kasus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.