Lubang Hitam: Makhluk Di Luar Nalar dan Misteri yang Belum Terpecahkan

Lubang Hitam: Makhluk Di Luar Nalar dan Misteri yang Belum Terpecahkan
Lubang Hitam: Makhluk Di Luar Nalar dan Misteri yang Belum Terpecahkan. (Ilustrasi: Jeremy Schnittman/NASA’s Goddard Space Flight Center via Wikimedia Commons)
0 Komentar

Ia merupakan transformasi dari sebuah bintang yang membakar semua bahan bakar nuklirnya sebelum akhirnya ia runtuh di bawah gravitasinya sendiri, dikutip dari SciTechDaily, Selasa (31/5/2022).

Ia adalah hasil dari proses bintang-bintang terang yang terbakar, lalu menyusut, sehingga massanya terkonsentrasi di ruang kecil.

Sebagai gambaran, matahari kita dengan diameter kira-kira 1,4 juta kilometer (87.000 mil) menyusut menjadi lubang hitam seukuran kota kecil yang lebarnya hanya enam kilometer (3,7 mil).

Sulit untuk membayangkan tarikan gravitasi yang sangat kuat tersebut.

Apa yang ada di dalam lubang hitam?

Baca Juga:Pelatih Persib Mengucapkan Selamat atas Kesuksesan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2023Kemenangan Adalah Harga Mati bagi Ciro Alves, Mental Pemenang Penyerang Persib

Jawabannya, tidak ada seorang pun yang mengetahui. Setidaknya, untuk sekarang. Mencoba mendekatinya dengan teknologi yang dimiliki manusia sekarang adalah hal yang tidak masuk akal.

Jangankan mengetahui apa yang ada di dalamnya, untuk mengetahui permukaannya saja teleskop paling mutakhir pun tak mampu. Kendati demikian, usaha untuk menjawabnya kerap bermunculan.

Enrico Rinaldi, fisikawan dari Universitas Michigan, mendapatkan sorotan atas usahanya untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya. Dalam penelitian yang diterbitkan di PRX Quantum, ia berusaha menjelaskan hal misterius itu secara teori rasa sci-fi, ialah The Matrix.

Ia mencoba menyibak misterinya dengan kerangka berpikir dualitas holografik. Dengan itu ia hendak mengawinkan Teori Relativitas Umum Einstein dengan model standar fisika kuantum, dilansir dari laporan SYFY WIRE, Sabtu (5/3/2022).

Singkatnya, karena lubang hitam tidak bisa diamati, apa lagi didekati, maka penalaran matematis menjadi pendekatan memungkinkan untuk memecahkan misteri objek menakjubkan itu.

Terus, kenapa?

Dari penelitiannya, Enrico Rinaldi mengatakan bahwa gravitasi dan fisika kuantum itu setara secara matematika.

Jadi, lubang hitam adalah arena untuk menguji teori-teori fundamental yang menjelaskan bagaimana alam semesta bekerja pada skala terbesar (jagat besar) dan terkecil (jagat cilik).

Baca Juga:Laga Klasik Persib vs Persebaya, Inilah Kuota Tiket untuk Bonek di GBLARobert Alberts Ungkap Persib Sedang Menjalani Pemulihan Kebugaran

Jagat besar dan jagat cilik bekerja lewat hukumnya masing-masing. Fisikawan saat ini tidak mengerti bagaimana membuat satu teori fisika yang universal (The Theory of Everything) dan, karenanya, menjelaskan fisika lubang hitam secara rinci.

0 Komentar