oleh

Berikan Bantuan Siswa Kurang Mampu, FWP Apresiasi Kadisdik Jabar

BANDUNG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023, jenjang SMA, SMK dan SLB akan segera tiba. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi mengajak yayasan sekolah swasta berperan aktif dalam menerima siswa kurang mampu. ”Kami mengimbau yayasan swasta dapat memusyawarahkan untuk mengakomodir masyarakat kurang mampu,” kata Dedi, baru-baru ini.

Dirinya juga berharap sekolah swasta bisa memberikan fasilitas pelayanan pendidikan gratis untuk siswa tersebut. Menurutnya, warga kurang mampu tidak ingin memasukkan anaknya ke sekolah swasta selama ini. Alasannya utamanya, biaya pendidikan di sekolah swasta dianggap lebih mahal ketimbang di sekolah negeri.

Oleh karena itu, kata Dedi, masyarakat lebih memilih anaknya diterima di sekolah negeri. Sebab, kata Dedi, jika di sekolah swasta, di tengah jalan konon terancam putus sekolah lantara tidak mampu membayar SPP bulanan.

Dedi pun tidak memungkiri, sejauh ini sekolah negeri jumlahnya terbatas. Sehingga tidak bisa menampung semua siswa kurang mampu. ”Maka dari itu yang tidak diterima di sekolah negeri diarahkan ke sekolah swasta,” terang Dedi.

Baca Juga:  PPDB Tahun Ini, Disdik Jabar Siapkan 704.000 Kursi dan Penambahan Zonasi

Lebih jauh dia menjelaskan, PPDB di sekolah negeri tahun 2022 disediakan kuota 12 persen untuk siswa kurang mampu. Dia pun memastikan, kuota tersebut tidak bisa menampung semua siswa kurang mampu yang diprediksi jumlahnya bertambah akibat pandemi Covid-19.

Diketahui, Pemerintah Provinsi Jabar menyediakan bantuan Rp 2,7 juta setiap siswa kurang mampu yang masuk ke sekolah swasta. Dana bantuan tersebut disalurkan setiap tahunnya.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Mualif, sangat mengapresiasi Disdik Jabar, yang menyalurkan bantuan bagi siswa kurang mampu itu. ”Ya, saya mewakili puluhan rekan-rekan dari FWP Jabar, mengapresiasi Gubernur Jabar Pak Ridwan Kamil, terlebih Kadisdik Jabar Pak Dedi Supandi,” kata Iip, sapaan akrabnya, Jumat (3/6).

Lebih lanjut, Lanjutnya belum lama ini, Dedi Supandi pernah mengutarakan hal tersebut kepada Ahmad saat ngopi santai bersama Dwi Arifin, Sekretaris FWP Jabar, di Edotel SMKN 9 Kota Bandung.

Baca Juga:  Pungli di Sekolah Kerap Terjadi, Fortusis Kota Bandung Minta Tim Saber Pungli Lakukan Pengawasan Lebih Proaktif

“Jauh sebelum PPDB ini, Pa Haji Dedi, pernah berkata kepada saya agar media membantu, supaya SMA SMK swasta di Jabar bisa mengratiskan siswa tidak mampu untuk melanjutkan sekolah, karena telah diberi BPMU oleh Pemprov Jabar,” kata Iip.

”Namun kala itu saya katakan kepada Pak Haji Dedi akan sulit apabila hanya mengandalkan BPMU (Bantuan Pendidikan Menengah Universal) saja. Akhirnya dengan segala perhitungan Pemprov Jabar melalui Disdik akan memberikan stimulus lagi, bantuan untuk SMA SMK swasta yang menerima siswa tidak mampu,” imbuhnya.

Namun begitu Iip pun berharap agar SMA SMK swasta di Jabar juga komitmen, tehadap upaya Disdik Jabar yang telah membantu sekolah swasta selama ini. Menurut sepengetahuan Iip, jumlah SMA, SMK, SLB Negeri Jabar sekitar 848 unit dan total sekolah negeri swasta sekitar 4988 unit.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.