Penyebab dan Cara Mengatasi Middle Insomnia, Susah Tertidur Lagi Ketika Terbangun Tengah Malam

Penyebab dan Cara Mengatasi Middle Insomnia, Susah Tertidur Lagi Ketika Terbangun Tengah Malam
ilustarasi kurang tidur (sumber: freepik)
0 Komentar

JAKARTA  – Semua orang pasti pernah terbangun dari tidurnya, lalu sulit mendapati dirinya kembali terlelap. Menurut dr. Arrum Putri Amalia, mereka yang kerap terbangun di jam tidur malam, dan tidak lagi bisa kembali tertidur, mengalami salah satu bentuk insomnia, yakni middle insomnia.

Middle insomnia sendiri dapat disebabkan oleh kebiasaan orang minum-minuman tertentu, seperti kopi dan miras, selain juga karena paparan sinar biru, seperti akibat penggunaan gadget menjelang tidur.

Dan menurut pendapat ahli, apa bila seseorang terbangun di tengah malam, dan tidak lagi bisa kembali tertidur dalam hitungan 20 menit, maka lakukanlah sesuatu.

Baca Juga:Keluarga Ridwan Kamil Konsultasi ke Dua Ulama Ini Demi Keselamatan ErilDPR Pertanyakan Larangan Warga Arab Saudi Kunjungi Indonesia

Jadi selain menghindari berlama-lama berbaring di tempat tidur, maka bangunlah dan lakukan hal lain seperti sesuatu yang bisa membuat Anda rileks.

“Membaca dengan lampu yang redup, melakukan meditasi, hingga menarik napas dalam-dalam,” kata pakar tidur Kuljeet Gill, MD, seperti dikutip FIN dari Men’s Health.

Selain itu, ketika Anda terbangun di malam hari, cobalah untuk tidak harus melihat jam berapa malam itu Anda terbangun.

Mengapa demikian, karena menurut pakar tidur lain, Alcibiades J. Rodriguez, MD, FAASM, melihat alat penunjuk waktu saat Anda terbangun di tengah malam, dapat meningkatkan rasa kekhawatiran.

Ketika hal itu terjadi, kondisi ini hanya akan membuat Anda lebih lama melek, dan sulit kembali tertidur.

Kapan Anda Harus Kembali ke Tempat Tidur

Menurut pakar tidur lainnya, kali ini W. Chris Winter, MD, hanya kembali ke tempat tidur, jika Anda memang benar-benar ingin tidur.

“Kembali ke tempat tidur hanya jika Anda sudah merasa ngantuk. Dan jika belum mengantuk, maka terjagalah semalaman tanpa harus mengkhawatirkan (kapan untuk kembali tidur),” jelas dia.

Menurut Studi Pimpinan Michael Perlis

Baca Juga:Penertiban PKL di Zona Merah Alun-Alun Bandung Terkendala OmzetSmartphone Harga Sejutaan Juga Bisa Punya Jaringan 4G Super Ngebut, Begini Caranya

Menurut sebuah studi yang dipimpin Michael Perlis, diketahui bahwa dari partisipan yang mampu sembuh dari kebiasaan itu, tidak peduli seberapa akut kondisinya, menunjukan kesamaan ciri.

Dilansir Medical News Today,  mereka yang justru menghabiskan sedikit waktu untuk tidur, adalah mereka yang mampu pulih dari kebiasaan bangun tengah malam.

0 Komentar