JABAR EKSPRES – Upaya meningkatkan minat baca masyarakat terus dilakukan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Cimahi. Salah satunya dengan menghadirkan bioskop mini sebagai bagian dari layanan perpustakaan yang dikemas lebih menarik dan dekat dengan kebiasaan generasi muda.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Cimahi, Diah Ajuni Lukitosari, mengatakan bioskop mini tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan pelajar, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum.
Untuk kunjungan sekolah melalui program Tour Library, layanan bioskop mini dibuka pada Senin hingga Rabu. Sementara itu, masyarakat umum dapat memanfaatkannya pada Kamis hingga Sabtu dengan melakukan pendaftaran melalui akun Instagram resmi perpustakaan.
Baca Juga:Perpustakaan Kota Cimahi Buka Ruang Literasi Inklusif bagi Penyandang DisabilitasPerpustakaan Kota Cimahi Tegaskan Komitmen sebagai Ruang Literasi yang Ramah dan Inklusif bagi Difabel
“Jadi kalau bioskop, kalau untuk yang sekolah, Senin sampai Rabu untuk Tour Library nya. Sementara, untuk Kamis sampai Sabtu itu dibuka untuk umum pendaftarannya lewat Instagram,” kata Diah pada Jabar Ekspres, Rabu (19/8/2026).
Diah menjelaskan, pendaftaran kunjungan dapat dilakukan melalui akun Instagram @perpuscimahi_ layanan tersebut juga tidak dipungut biaya.
“Boleh. Nanti tinggal dikunjungi di IG perpus.cimahi. Gratis, tidak dipungut (biaya),” tegas Diah.
Menurut Diah, kehadiran bioskop mini menjadi salah satu cara perpustakaan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sebab, di tengah kuatnya penggunaan gawai, sekadar menawarkan koleksi buku dinilai belum cukup untuk menarik perhatian generasi muda.
“Iya. Justru karena sekarang kan memang kalau kita menawarkannya adalah koleksi buku saja, pasti mereka akan kurang tertarik. Karena saat ini kan mereka lebih tertariknya ke gadget,” tutur Diah.
Karena itu, perpustakaan mencoba menghadirkan layanan berbasis visual yang diharapkan mampu membuat anak-anak dan generasi muda lebih tertarik datang ke perpustakaan.
“Tapi mungkin kita harus mengikuti perkembangan zaman sekarang. Jadi, apabila menggunakan visual-visual seperti bioskop ini, mereka mungkin akan tertarik dan waktu mereka mungkin lebih banyak di perpustakaan daripada ke gadget. Kita harapannya sih gitu,” katanya.
Baca Juga:Dispusipda Jabar Genjot Peningkatan Kemampuan Literasi MasyarakatSafari Literasi di Sumedang, Perkuat Budaya Baca dan Literasi Digital Lewat Kolaborasi PentahelixÂ
Diah menegaskan, perpustakaan tidak ingin lagi dipandang sebatas tempat untuk membaca buku. Berbagai aktivitas dan layanan akan terus dikembangkan agar perpustakaan menjadi ruang yang menyenangkan sekaligus mendorong masyarakat meningkatkan kegemaran membaca.
