Sebuah poster Lola Montez, sang pendobrak, muncul di mana-mana. Dalam waktu singkat, produsen rokok pesaing pun memproduksi dan mendistribusikan rokok khusus perempuan seperti merek rokok Virginia Slims yang saat itu populer.
Bernays saat itu sebagai pelopor yang menjembatani “Obor Kebebasan” di beri penghargaan dan penghormatan. Bahkan saat acara Parade Paskah tersebut, Feminis Ruth Hale meminta perempuan bergabung dengan pawai dan mengatakan.
“Perempuan! Nyalakan obor kebebasan lainnya! Lawan tabu seks lainnya!”
Dampak yang terjadi, persentase perempuan yang membeli rokok meningkat 12% pada 1929. Kemudian kembali bertambah menjadi 18,1% di 1935. Dan terus menerus meningkat sebesar 33,3% mulai 1965 hingga 1977.
Baca Juga:Bicara Self Injury atau Self Harm, Apa Penyebab dan Bagaimana Cara PenyembuhannyaKisah Sebenarnya Rumah Syuting Film KKN Desa Penari, Rumahnya Di Jual Rp60 Juta?
Terlepas dari bahaya kesehatan yang akan mengancam, kampanye Public Relation dari Bernays ini berhasil mendobrak stigma terhadap perempuan perokok yang sebelumnya di kecam, tak bermoral dan tabu. Kini peraturan lama terkait larangan merokok bagi perempuan, terhapus oleh “Obor Kebebasan”.
