Penyakit Kambuh, Kakek 60 Tahun Tewas Usai Ngamar dengan Kekasihnya

Penyakit Kambuh, Kakek 60 Tahun Tewas Usai Ngamar dengan Kekasihnya
Ladi, kakek 60 tahun di Malang, Jawa Timur, ditemukan tewas setelah ngama dengan kekasihnya yang berusia 44 tahun. Foto Radar Malang
0 Komentar

MALANGLadi, kakek 60 tahun asal Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, ditemukan tewas setelah bersenag-senang di kamar dengan kekasihnya, Siti Nurjamik (44).

Peristiwa itu terjadi di sebuah kamar kos harian di Jalan Ahmad Yani Utara, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, sekitar pukul 11.00 WIB pada Senin (9/5).

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, Ladi dan Siti datang ke penginapan dengan berboncengan motor.

Keduanya lantas langsung check-in di lantai 2, kamar nomor 2.

Baca Juga:Awal Tahun 2022, Telkom Bukukan Pendapatan Konsolidasi Rp35,2 TriliunImbas Undang Pasangan Gay, Deddy Corbuzier Kehilangan 9 Juta Followers

Selang beberapa waktu memadu kasih di dalam kamar itu, Ladi kemudian lemas dan tak sadarkan diri.

“Kata saksi (Siti) korban lemas dan langsung tertidur,” kata Kapolsek Blimbing Kompol Yanuar Rizal kepada Radar Malang.

Siti pun bergegas memanggil petugas kebersihan rumah kos tersebut dan memberitahu bahwa kekasihnya tidak sadarkan diri.

Untuk memastikannya, petugas hotel memanggil tim medis dan kepolisian guna memeriksa kondisi Ladi.

Benar saja, meskipun mulut sang kakek tidak mengeluarkan busa, Ladi dinyatakan sudah tewas.

Petugas medis tidak terdapat luka-luka yang mencurigakan tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kabar kematian korban pun seketika membuat kaget keluarga Ladi di Pakis, bahkan diketahui sang istri diketahui shock atas kejadian tersebut.

Baca Juga:Evelyn Anjani Sebut Miyabi Sudah Bertobat dan Senang BerbagiCaisar Bantah Pakai Narkoba, Ini Alasan Mengapa Live TikTok 24 Jam

Namun demikian dari sana, diketahui bila antara Siti dan korban merupakan tetangga rumah dan telah lama saling suka.

Keduanya sama-sama sudah berkeluarga.

Polisi pun mencari tahu soal riwayat penyakit korban.

“Keterangan anak korban, jika sang ayah punya riwayat sakit hipertensi. Kemungkinan saat itu sakitnya kambuh,” ujar Rizal.

Jenazah korban setelah di evakuasi langsung dibawa ke Unit Forensik RSSA untuk visum, namun keluarga menolak untuk itu dan menerima kejadian itu sebagai musibah dan langsung dimakamkan kemarin malam . (Pojoksatu-red)

0 Komentar