BANDUNG – Saat ini sedang ramai dan hangat di perbincangkan ada sekelompok orang yang tiba-tiba membuat sebuah partai yang di sebut dengan Partai Mahasiswa Indonesia.
Sekretaris Forum Aksi Mahasiswa Bandung-Raya (FAM BR) Azmi Hibatullah mengatakan, partai tersebut awal mulanya adalah Partai Kristen Indonesia 45 atau Parkindo 45 yang berdasarkan SK Menkumham berubah nama menjadi Partai Mahasiswa Indonesia serta terdaftar dalam Peserta Pemilu tahun 2024 dengan urutan ke-69.
Azmi menjelaskan, bahwa pihaknya mengkritik dengan adanya partai tersebut. Pasalnya tidak semua mahasiswa suka politik apalagi dengan trend politik kaum muda yang hari ini justru mereka cenderung apatis. Harusnya Mahasiswa tetap tegak lurus dengan kemurnian Ide dan Gagasan sebagai kaum intelektual.
Baca Juga:Formulasi KPED Jabar Entaskan Kemiskinan Ekstrem. Begini Penjelasan Ipong WitonoSemarak Ramadan, KNPI Kota Bandung Gelar Gathering dan Silaturahmi Lintas Generasi
“Kalo mereka mau membuat partai atas nama Mahasiswa, lakukan dulu konsolidasi dengan massif, ini kok aneh Agenda gerakan tidak ada, narasi perjuangan tidak jelas, tiba-tiba muncul Partai, ini sih bahaya” katanya.
Lanjut Azmi, Partai Mahasiswa Indonesia ini bisa menuai konflik kepentingan dan akan menjerumuskan agenda gerakan mahasiswa kejurang pragmatisme politik yang kental dan merugikan masa depan bangsa. Pihaknya mengaku bahwa pembentukan Partai itu sarat akan kepentingan pragmatisme belaka.
“Saya kira kalo sudah terdaftar dalam peserta pemilu artinya mereka mencoba peruntungan di panggung politik praktis pada tahun 2024. Harusnya kan sebagai mahasiswa kita tetap ada pada garis perjuangan bersama dengan rakyat” tambah Azmi.
Meskipun itu hak mereka mau bikin apapun, yang pasti jangan menghancurkan idealisme dan perjuangan hanya karena kepentingan politik sesaat.
“Menurut kita, untuk saat ini adanya Partai Mahasiswa belum perlu. Kita harus terus memperkuat gerakan mahasiswa yang di bangun terlebih dahulu, kembali merumuskan agenda perjuangan dan mempertajam daya analisis serta terus menghadirkan pembaharuan” pungkas Azmi.
Ia pun juga menyayangkan dengan institusi sekelas Kemenkumham yang telah salah kaprah dengan ikut-ikutan melegitimasi Partai tersebut.
“Menkumham pun harusnya bisa objektif mana yang Mahasiswa mana yang bukan Mahasiswa, ini seolah-olah menkumham pun ikut mempermaikan kelompok Mahasiswa. Rusak kalo seperti ini,” ungkap Azmi.(win)
