Airlangga Hartarto Minta Kemudahan Akses KUR untuk Pengrajin Kulit Garut

GARUT – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kesempatan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Garut mendatangi pengrajin kulit

Menurut Menko Airlangga, pengrajin kulit di Kabupaten Garut memiliki potensi dan peluang sangat besar jika memiliki menejemen pengelolaan yang baik.

Airlangga Hartarto juga sempat melihat proses pengelolaan penyamakan kulit sapi yang dilakukan PT Garut Makmur Perkasa (GMP).

‘’Sentra industri pengrajin kulit di Kabupaten Garut ini merupakan yang terbesar di Indonesia sehingga keberadaanya harus terus didorong dengan dilakukan pendampingan,’’kata Airlangga Hartarto dalam kunjungan kerjanya, Kamis, (21/4).

Dia mengatakan, pemerintah saat ini telah memiliki program pemulihan ekonomi nasional dengan memberikan pinjaman Kredit Usaha Rakya (KUR) yang disalurkan oleh jaringan bank Himbara.

Untuk itu, para pengrajin kulit agar jangan ragu untuk memanfaatkan fasilitas KUR yang sudah disediakan oleh pemerintah ini.

Dukungan akses pemodalan ini bisa digunakan untuk pengembangan usaha para pengrajin kulit agar lebih maju dengan memanfaatkan pasar lebih luas.

Pada kesempatan tersebut Airlangga Hartarto juga memberikan bantuan modal melalui fasilitas KUR BNI kepada para pengrajin kulit Garut sebesar Rp 500 juta.

Ditempat sama Bupati Garut Rudi Gunawan mengaku sangat bersyukur dengan kedatangan Menko Airlangga Hartarto ke Kabupaten Garut.

MEnurutnya kedatangan Menko Airlangga ke Kabupaten Garut merupakan suatu kehormatan dan bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap keberadaan UMKM dan para pengrajin Kulit di Garut.

“Dan tentu kunjungan kerja bapak ini sangat mempunyai arti yang luar biasa bagi Kabupaten Garut,” kata Rudi.

Beberapa program yang dicanangkan oleh Menko Perekonomian sangat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Garut. Khususnya UMKM dan Para pengrajin kulit.

“Tentu kami berterima kasih bapak mengadakan kunjungan disaat kami juga sedang recovery untuk meningkatkan kembali semangat kita dari keterpurukan ekonomi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Airlangga juga mengunjungi beberapa both pameran produk kulit beserta turunannya.

Selain itu, Airlangga Hartarto juga sempat mendengar keluhan dari para pengrajin kulit mengenai kodisi Instalasi Pengelolaan Limbah (IPAL) yang tidak berfungsi dengan baik.

MEndengar keluhan tersebut, Airlangga Hartarto berkomentar, bahwa keberadaan IPAL seharusnya dirawat secara bersama-sama.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan