JABAR EKSPRES – Pembagian daging kurban di RW 11 Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, masih menggunakan kantong plastik pada pelaksanaan Iduladha 1447 H/2026.
Panitia kurban, Haji Udi (56), mengatakan kantong plastik masih dipakai untuk membungkus daging kurban yang dibagikan kepada warga. Panitia menyiapkan sekitar 1.000 kantong plastik untuk pendistribusian daging kepada masyarakat.
“Masih pakai plastik, totalnya sekitar 1.000 kantong untuk pembagian daging kambing dan sapi,” kata Haji Udi saat ditemui di Kayumanis, Kota Bogor, Rabu (27/5/2026).
Baca Juga:Polres Tasikmalaya Salurkan 27 Hewan Kurban untuk Warga dan Pesantren di Iduladha 1447 HHari Pertama Long Weekend Iduladha, 24 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor
Ia menyebut penggunaan wadah alternatif seperti keranjang, besek, atau bongsang sebenarnya sudah disosialisasikan oleh pihak terkait.
Namun, penerapannya di lapangan belum dapat dilakukan sepenuhnya karena sejumlah kendala.
Menurutnya, sosialisasi yang baru dilakukan sekitar satu minggu menjelang Iduladha membuat waktu persiapan menjadi terbatas.
Selain itu, ketersediaan wadah alternatif seperti besek dan bongsang juga dinilai belum semudah mendapatkan kantong plastik.
Meski demikian, Haji Udi memastikan pihaknya akan menyesuaikan diri dengan arahan pemerintah terkait pengurangan penggunaan kantong plastik dalam pembagian daging kurban.
“Insyaallah tahun depan kita coba. Kalau sekarang, jujur masih menyesuaikan karena mencari wadah alternatif juga masih terbatas,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebut penggunaan kantong plastik dalam pembagian daging kurban diharapkan dapat dikurangi, sejalan dengan imbauan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Bogor Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.
Baca Juga:Viral Video Pemeriksaan Saksi di Rumah, Polres Bogor Tegaskan Tak Ada PemaksaanPGN Konsisten Bagi Dividen Jumbo, DPR 80 Persen Dipertahankan di Tengah Dinamika Energi
Meski demikian, Jenal mengakui dalam praktiknya masih terdapat berbagai dinamika di lapangan sehingga penerapan pengurangan penggunaan kantong plastik belum berjalan optimal.
Karena itu, ia menekankan bahwa yang tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya limbah plastik dari pembagian daging kurban agar tidak dibuang sembarangan.
“Memang masih ada yang menggunakan plastik, seperti di Kayumanis salah satunya. Tapi yang paling penting itu edukasi, agar plastik bekasnya tidak dibuang sembarangan,” kata Jenal saat ditemui di Kayumanis, Kota Bogor, Rabu (27/5/2026).
Jenal berharap ke depan masyarakat di Kota Bogor dapat secara bertahap mulai mengurangi penggunaan kantong plastik dalam kegiatan pembagian daging kurban dan beralih ke wadah yang lebih ramah lingkungan seperti bongsang atau besek.
