9 Fakta Pembunuhan Pegawai Dishub Makasar, Dari Cinta Segitiga hingga Berhubungan dengan Jaringan Teroris

9 Fakta Pembunuhan Pegawai Dishub Makasar, Dari Cinta Segitiga hingga Berhubungan dengan Jaringan Teroris
0 Komentar

Namun, pada saat itu gagal. “Katanya sih melemparkan sesuatu ke rumah korban, tetapi gagal dan baru sekarang ini berhasil setelah direncanakan dengan matang,” ujar Kombes Budhi.

Gagalnya pembunuhan di tahun itu, dan makin tingginya angka kasus Covid-19, menyebabkan rencana pembunuhan tertunda hingga akhirnya berhasil dilaksanakan di awal Ramadhan 1443 Hijriah.

5. Cinta segitiga, Iqbal Asnan terbakar api cemburu

Kombes Budhi Haryanto menjelaskan motif Kasatpol PP Makassar menjadi dalang pembunuhan terhadap Najamuddin Sewang karena terbakar api cemburu.

Baca Juga:“The Power Of Quran” Sukses Gerakkan 5000 Warga DKI untuk Tadarus Bareng Khatamkan Quran di JICKabar Terbaru Dari Pencarian Korban Ambruknya Alfamart Gambut, Tinggal 2 Korban belum di Temukan

Najamuddin diketahui juga mendekati kekasih gelap Iqbal Asnan, yakni perempuan yang juga salah seorang pejabat eselon IV di Dishub Makassar berinisial R.

“Ini cinta segitiga, hubungan terlarang. Perencanaan pembunuhan di tahun 2020 dan baru sekarang terealisasi. Itu semua karena terbakar api cemburu,” kata Kombes Budhi.

Cinta segitiga melibatkan pegawai dalam satu kantor Kombes Budhi menjelaskan, baik korban, pelaku, dan wanita inisial R yang diperebutkan itu, pernah satu kantor, yaitu di Dishub Makassar.

Tersangka Iqbal Asnan pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Makassar pada 2018. Dia dimutasi dan dilantik menjadi Kepala Satpol PP Makassar pada 2021.

7. Oknum polisi menjadi eksekutor penembakan terhadap Najamuddin Sewang

Kombes Pol Budhi Haryanto mengatakan bahwa eksekutor penembakan yang menewaskan pegawai Dinas Perhubungan Makassar Najamuddin Sewang berprofesi sebagai anggota Polri.

“Sesuai instruksi pimpinan, tidak ada yang kebal hukum dan proses tegas semua yang terlibat,” ujarnya. Dia mengatakan pengungkapan kasus penembakan itu berawal dari penangkapan oleh eksekutor penembakan berinisial SL.

Namun, Kombes Budhi enggan merinci di mana tempat SL bertugas dan berapa lama menjadi anggota Korps Bhayangkara.

Baca Juga:7450 Paket Sembako disiapkan Untuk Operasi Pasar Murah di 6 Titik di Kabupaten BandungDalam 3 Bulan, BRI Berhasil Salurkan KUR Senilai Rp66,99 triliun

“Yang pasti kita (Polrestabes Makassar) tidak pandang bulu, kita profesional dalam menangani setiap perkara. Meski seorang polisi jika terlibat pidana, maka tetap akan berhadapan hukum,” katanya.

8. Oknum polisi inisial SL tidak meminta bayaran

Kombes Pol Budhi Haryanto menyatakan SL tidak meminta bayaran kepada Iqbal Asnan.

SL hanya ingin membantu Iqbal Asnan untuk menyukseskan misinya melenyapkan korban Najamuddin Sewang karena ikut merasakan sakit.

0 Komentar