Kejar Target Vaksin Booster, Dinkes Gencar Lakukan Inovasi

Teti Hendriani saat memberi paparan kepada wartawan di acara Bandung Menjawab, di Balai Kota Bandung, Rabu (13/4).
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional Dinkes Kota Bandung Teti Hendriani saat memberi paparan kepada wartawan di acara Bandung Menjawab, di Balai Kota Bandung, Rabu (13/4).
0 Komentar

“Karena pencatatan vaksinasi itu sangat banyak, kita butuh bantuan. Gak mungkin tenaga kesehatan ditempatkan di pencatatan dan pelaporan, karena kita harus menyuntik dan lain-lain,” tambahnya.

Untuk di terminal, ujar Teti, akan dikerahkan tenaga tim medis untuk membuka pos layanan vaksinasi.

“Nah biasanya untuk tenaga-tenaga tim medis untuk terminal kita siapkan. Ledeng kita biasa kolaborasi dengan PMI, kalau Leuwi Panjang dan Cicaheum kita dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Kita tempatkan tim medisnya beserta perangkat alat, ambulan, dan sebagainya,” ungkap Teti.

Baca Juga:Pria Bermasker Lemparkan Bom Gas Air mata dan Tembaki Penumpang Kereta Secara Membabi Buta di New York, 29 Orang Dilaporkan Luka-lukaRibuan Karyawan Garment di Ciledug Mogok Kerja, Manajemen Dinilai Tak Adil Berikan THR

Ia menjelaskan bahwa saat ini, dosis satu sudah mencapai 113,18 persen, dosis dua sudah mencapai 103, 24 persen, kemudian booster mencapai 27,28 persen.

Menurut Teti, target dari 27,28 persen menuju 30 persen ini signifikan, karena populasi Kota Bandung itu cukup banyak.

“Kita menargetkan 30 persen di akhir April. Walaupun (sisa persentase) hanya 3 persen dari 1,9 juta itu kan lumayan banyak untuk kota bandung,” tandasnya.

 

0 Komentar