“Dengan dipangkas dan dipotongnya mata rantai distribusi untuk sampai ke tengah masyarakat, mudah-mudahan harga minyak bisa lebih murah,” sambung Kusworo.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung, Dicky Anugerah memaparkan, untuk menekan kembali harga minyak goreng curah bersubsidi di pasaran, pihaknya bekerja sama dengan Polresta Bandung akan mengerahkan truk Dalmas untuk mengangkut minyak goreng curah bersubsidi ke pasar trasdisional.
“Jadi, nanti rencananya kita akan memangkas distribusi ini bersama Polresta Bandung, agar bisa langsung, pendistribusiannya dari distributor ke pasar-pasar, tidak melalui agen lagi,” kata Dicky.
Baca Juga:Mudik Lebaran 2022 Tengah Disiapkan Gratis, Begini Imbauan KemenhubCara Membuat Kuisioner di Google Form, Bisa untuk Kuisiner Skripsi!
Selain itu, Dicky mengungkapkan permasalahan lainnya adanya minyak goreng curah yang dijual di atas HET Rp14 ribu di pasaran akibat tersendatnya produksi dan distribusi dari hulu.
“Akibat dari hulu ini kurang produksinya dan terhenti distribusinya, sehingga yang terjadi minyak goreng curah non subsidi beredar di pasaran. Padahal yang non subsidi ini hanya untuk kalangan industri kecil dan mikro serta rumah tangga, bukan untuk pedagang di pasar,” pungkas Dicky. (yul)
