Pria yang akrab disapa Nino itu juga menjamin bahwa draf RUU Sisdiknas yang bocor saat ini memiliki sejumlah perbedaan dengan draf resmi nanti. Termasuk perbedaan urutan bab dan pasal.
Dia menampik tudingan bahwa Kemendikbudristek melakukan secara tergesa-gesa dan diam-diam. Sebab, saat ini baru tahap awal. Selain itu, pihaknya sudah melibatkan lebih dari 40 lembaga organisasi dalam uji publik tingkat satu untuk mendapat masukan yang komprehensif.
Disinggung soal tak munculnya madrasah dalam batang tubuh draf RUU Sisdiknas, Nino menegaskan kembali bahwa tak ada niat menghapus madrasah dalam RUU tersebut. Hanya, memang peletakannya tidak di batang tubuh, tetapi dalam penjelasan RUU Sisdiknas. (zar)
