Jabarekspres.com – Jalur Pantai Utara (Pantura) Cirebon dianggap sebagai jalur tengkorak dan dianggap sebagai jalur yang paling rawan kecelakaan.
“Jalur Pantura Cirebon, memang rawan kecelakaan lalu lintas,” ujar Kasi Sidik Laka Subditlaka Ditgakkum Korlantas Polri AKBP Tri Yulianto saat olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan maut di jalur Pantura Cirebon, Senin (4/4).
Kasus kecelakaan lalu lintas di Jalur Pantura cukup banyak, baik kecelakaan tunggal maupun menabrak dari belakang.
Baca Juga:Daftar Negara dengan Waktu Puasa Terlama, Indonesia Termasuk?Jangan Dibiarkan! Ini Ciri-ciri Sahabat Toxic
Dia menyebut ada beberapa indikator yang membuat Jalur Pantura, menjadi salah satu jalan yang paling rawan kecelakaan.
Indikator tersebut, yaitu kondisi jalan yang cenderung lurus, dan lebar sehingga membuat pengemudi bisa memacu kecepatan tinggi.
Selain itu, kondisi jalan yang bergelombang, dan minim rambu lalu lintas juga menjadi salah satu indikasi. Karenanya perlu diperhatikan oleh semua instansi terkait.
“Kalau dilihat rambu lalu lintas juga minim, penerangan jalan pun jarang, untuk itu perlu adanya penanganan yang baik dari semuanya,” tuturnya.
Dia pun mengimbau kepada para pengguna jalan pantura, agar tetap berhati-hati, ketika melintas di daerah tersebut, apalagi ke depan ada arus mudik lebaran.
“Yang terpenting hati-hati ketika melintas, dan tetap waspada saat berkendara,” katanya.
Diketahui, pada Minggu, 3 April 2022 terjadi kecelakaan yang menewaskan enam orang di Jalur Pantura.
Baca Juga:Menu Sahur untuk Anak Kos, Murah dan Simpel4 Tips agar Tidak Mudah Haus saat Berpuasa, Simak Yuk!
Untuk kondisi jalur yang menjadi lokasi kecelakaan merupakan jalur lurus, sehingga pengendara bisa memacu kendaraannya di atas 60 km per jam. (fin)
