oleh

Kamu Sering Cemas? Kenali Gejala Ini sebelum Terlambat

Jabarekspres.com – Cemas (anxiety) atau stress merupakan respon emosional. Namun, stress itu secara tipikal disebabkan oleh pemicu eksternal seperti kewajiban-kewajiban, deadline pekerjaan misalnya.

Orang-orang yang berada dalam keadaan stress mengalami gejala-gejala mental dan fisik seperti mudah marah, kelelahan, nyeri otot, masalah pencernaan, insomnia, dan sakit kepala.

Kegelisahan, di sisi lain, didefinisikan sebagai kekhawatiran yang terus-menerus dan berlebihan, tanpa adanya hal yang memicunya, kecemasan tetap ada. Ini dapat menyebabkan serangkaian gejala yang hampir identik dengan stress, itulah sebabnya kedua kata tersebut sering membingungkan.

Perasaan cemas kemudian itu berbeda dengan gangguan kegelisahan. Gangguan kegelisahan berarti kecemasan kamu itu biasanya bertahan selama berbulan-bulan dan berdampak negatif pada kegiatan kamu sehari-hari.

Ada lima jenis utama dari ganguan kecemasan:

  • Generalized anxiety (GAD)

Gangguan cemas tipe ini dicirikan oleh kecemasan kronik, kekhawatiran berlebihan, dan ketegangan, bahkan ketika ada sedikit atau tidak ada yang memprovokasi itu.

  • Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)
Baca Juga:  Curhat Ternyata Bermanfaat Sebagai Sarana Hiburan hingga Mendapatkan Hadiah, Begini Caranya

Gangguan cemas tipe ini dicirikan oleh pengulangan, pikiran yang tidak diinginkan (atau obsesi) dan/atau perilaku berulang (kompulsi).

  • Panic Disorder

Tipe gangguan cemas ini dicirikan oleh paranoia yang tak terduga dan berulang disertai dengan gejala fisik seperti nyeri dada, jantung berdebar-debar, sesak napas, pusing, dan/atau gangguan perut.

  • Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) juga merupakan gangguan rasa cemas, dan dapat berkembang setelah terpapar peristiwa mengerikan di mana kerusakan fisik yang parah siap mengancam. Peristiwa traumatis yang dapat memicu PTSD mencakup hal-hal seperti serangan pribadi, bencana alam dan/atau manusia, kecelakaan, atau pertempuran militer.

  • Social Anxiety Disorder

Gangguan rasa cemas dalam tipe ini juga dikenal sebagai “phobia sosial”, yang dicirikan oleh maysgul yang berlebihan dan pikiran yang berlebihan dalam pergaulan sosial sehari-hari.

Berikut ini merupakan penyebab-penyebab dari gangguan rasa cemas.

Kegelisahan bisa jadi merupakan faktor genetik

Baca Juga:  Wajib Tahu! Inilah Gangguan Kesehatan Mental pada Lansia yang Harus Diwaspadai

Menurut HealthLine, kecemasan mungkin bersifat genetik tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Ada kemungkinan besar bahwa gelisah yang kamu alami itu berawal dalam keluarga kamu sendiri.

Namun, ada spekulasi bahwa ada beberapa komponen genetik yang membuat gelisah lebih umum pada beberapa individu. Penelitian telah menunjukkan beberapa hubungan antara genetika dan kegelisahan, meskipun penelitian ini harus terus didalami.

Kecemasan sering berawal dari masa kanak-kanak

Menurut Centers for Disease Control and Prevention CDC), 7,1 persen anak-anak antara usia 3-17 (sekitar 4,4 juta) memiliki diagnosis kegelisahan. Enam dari sepuluh anak (59,3 persen) antara usia 3-17 tahun telah menerima terapi atau pengobatan dari rasa cemas.

Memiliki gangguan kegelisahan dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan fisik lainnya.

Menurut penelitian dari Harvard Medical School, kegelisahan dapat menyebabkan beberapa penyakit fisik kronis, termasuk penyakit jantung, gangguan pernapasan kronis, kondisi pencernaan seperti IBS, dan banyak lagi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.