oleh

Jelang Berkah Ramadhan, Para Pemuda Palestina Terbunuh Akibat Tentara Israel

Jabarekspres.com — Umat Islam sebentar lagi akan menjalani bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Kendati demikian, warga dan pemuda Palestina akan menyambut bulan puasa sekarang dalam kecamuk dan kecam.

Pasalnya, tentara Israel kini tengah meningkatkan siaga keamanan menjadi level genting usai serangkaian kekerasan dalam tempo hari ke belakang.

Tensi ketegangan antara warga dan pemuda Palestina dan Israel kembali memanas di beberapa titik wilayah. Konfrontasi terus terjadi dan tidak terelakkan bagi Palestina dan Israel.

Imbas yang sangat memprihatikan, konflik terkini antara Palestina dan Israel itu telah menyebabkan nyawa melayang.

Orang-orang dari Palestina dan Israel terus berguguran. Seakan-akan nyawa sudah tidak ada harganya lagi di tengah kerusuhan yang tidak terhindarkan di antara kedua belah pihak.

Bagaimanapun, khususnya beberapa warga Palestina sekarang sedang menyambut bulan Ramadhan dengan dirundung kesedihan pasca tentara Israel melancarkan aksi “balas dendam“.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa tentara Israel menembak tiga orang penduduk Palestina hingga meninggal dalam insiden terpisah di Tepi Barat pada Kamis pagi, dilansir dari laman Middle East Eye, Kamis (31/03/2022).

Adapun dua orang penduduk Palestina yang menjadi korban penembakan tentara Israel di Kota Jenin itu diidentifikasi bernama Sanad Abu Atiyeh, berusia 17 tahun, dan Yazid Saadi, berusia 23 tahun.

Pemerintah setempat lewat Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa Atiyeh dan Saadi meregang nyawa di Rumah Sakit Ibn Sina di Jenin akibat luka tembak yang serius.

Selain itu juga dilaporkan bahwa ada 15 orang mengalami luka imbas aksi tentara Israel tersebut. Bahkan tiga orang tengah mengalami fase kritis.

Peristiwa tersebut memicu kekacauan seperti konfrontasi sipil dengan militer berupa baku tembak dengan pejuang Palestina di kamp pengungsi, Jenin.

Penduduk Palestina berusaha menghadang pasukan militer Israel yang mendesak ke kamp dengan cara melempar batu. Akan tetapi, tentara Israel itu merespons lemparan batu dengan peluru, sehingga membuat dua warga sipil Palestina terbunuh.

Selain itu, seorang warga Palestina lainnya juga menjadi korban penembakan tentara Israel yang diketahui bernama Ahmad al-Atrash, berusia 29 tahun. Ia tewas akibat tembakan peluru yang menyasar tepat di kepalanya, menurut laporan Kementerian Kesehatan Palestina dalam beberapa kesempatan.

Atrash merupakan seorang tahanan yang sempat mendekam di dalam penjara Israel selama enam tahun dan kemudian bebas lebih dari setahun yang lalu.

Dalam keterangan awak media setempat, kerusuhan antara warga sipil Palestina dan tentara Israel juga terjadi di pusat Hebron, di Tepi Barat.

Tentara Israel menyerang warga sipil Palestina dengan peluru karet, bahkan dengan peluru tajam, dan gas air mata yang berkumpul di berbagai wilayah Tepi Barat, termasuk Nablus dan Ramallah.

Seminggu yang lalu, 11 warga Israel meninggal dalam serangan yang terjadi secara terpisah akibat aksi warga Palestina di dalam kota-kota Israel.

Buntut dari peristiwa tersebut, aparat dan angkatan bersenjata Israel langsung menaikan level siaga ke level darurat sejak bulan Mei tahun lalu.

Pada hari Rabu kemarin, pemerintah Israel lewat Perdana Menteri Naftali Bennet menyerukan agar warga Israel yang memiliki senjata untuk mempersenjatai diri di ruang-ruang publik usai kekacauan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga