oleh

Gebyar Desa 2022, Kadis PMD Jabar: BUMDes Bisa Bantu PAD Desa

SUMEDANGGebyar Desa 2022 yang digelar di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang berlangsung meriah.

Pada acara Gebyar Desa 2022 itu, berbagai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menampilkan produk-produk unggulannya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat, Dicky Syaromi menyampaikan, Gebyar Desa 2022 merupakan upaya dalam meningkatkan potensi dan keunikan desa.

“Dari seluruh kabupaten/kota kita akan lakukan (Gebyar Desa) dan (Sumedang) ini yang kedua setelah di Kabupaten Garut,” kata Dicky di lokasi, Kamis (31/3).

Menurut Dicky, dengan digelarnya Gebyar Desa, bisa terlihat berbagai macam potensi dan keunikan desa untuk dikembangkan serta didorong kemajuannya.

“Pertama (di Sumedang) saya menilai dari sisi pemerintahan desanya dengan e-office dan e-sakip itu luar biasa,” ucap Dicky.

Tak hanya itu, Dicky menilai selain pemerintahan desa di seluruh Kabupaten Sumedang termasuk Desa Citali, unit usaha dari BUMDes pun patut diapresiasi.

“Dengan BUMDes, saya pikir BUMDes BERDIKARI (BUMDes Karya Mandiri) ini yang omzetnya cukup baik,” ujar Dicky.

“Bahkan beberapa usahanya membuat kontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Desa) juga sudah bagus,” tambahnya.

Dicky menjelaskan, dari bermacam unit usaha yang sudah dijalankan oleh BERDIKARI Desa Citali menjadi salah satu kebanggaan tak hanya oleh Sumedang namun juga Provinsi Jawa Barat.

“Beberapa usaha mulai dari kangen water, sarana olah raga, maupun juga dengan Bank Jabar sehingga bisa menjadi hak untuk melayani pajak dan pembayaran apapun,” imbuhnya.

“Termasuk dengan kantor pos dan badan usaha perdagangannya. Semua itu membanggakan Jawa Barat melalui desa ini,” tambah Dicky.

Dia memaparkan, dengan berbagai unit usaha yang digerakkan BUMDes Citali, dapat menjadi daya tarik warga luar Sumedang.

Salah satunya dalam rancangan Kampung Sains untuk menjadi education tourism.

“Apa yang kita lakukan di Desa Citali ini akan menjadi magnet ataupun jadi pionir untuk desa-desa lain bertumbuh dan berkembang dalam hal yang sama,” tutur Dicky.

“Terakhir kami berikan apresiasi terhadap kekhasan kearifan lokal Gembrong Liwet yang kemudian sudah ada hak ciptanya dari Kementerian Hukum dan HAM,” tutupnya. (mg5)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga