Kenapa Seseorang Memilih Bunuh Diri?

  1. Bayangan Kehilangan/Takut Kehilangan

Seseorang mungkin memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri ketika menghadapi kehilangan atau ketakutan akan kehilangan. Situasi ini dapat berupa:

  • Kegagalan akademik
  • Ditangkap atau dipenjara
  • Perundungan fisik atau siber, dipermalukan, dihina
  • Masalah keuangan
  • Hilang kekerabatan dengan kawan terdekat atau seseorang yang dicintai
  • Kehilangan pekerjaan
  • Diasingkan oleh lingkungan sekitar karena orientasi seksual atau agama
  • Kehilangan status sosial
  1. Putus Asa

Putus harapan, baik dalam jangka pendek atau sebagai sifat yang bertahan lebih lama, telah ditemukan dalam banyak penelitian sebagai penyebab kenapa seseorang memilih bunuh diri.

Orang tersebut mungkin menghadapi tantangan sosial atau fisik dan mungkin tidak melihat cara lain untuk mengubah atau memperbaiki situasi-kondisi.

Skenarionya, bunuh diri adalah pilihan satu-satunya ketika semua harapan sirna sehingga tidak ada hal baik di tengah masalah yang makin mendesak.

Bagi orang lain, selalu ada cara dan pilihan agar dirinya bisa keluar dari permasalahan. Akan tetapi, orang dengan depresi hebat adalah seorang pesimis sehingga hilang asa senantiasa menyertainya.

  1. Penyakit Kronik

Seseorang yang menderita suatu penyakit kronik atau penyakit tanpa harapan sembuh juga rentan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Menurut sebuah penelitian di American Journal of Preventative Medicine, kondisi kesehatan berikut ini dikaitkan dengan risiko bunuh diri yang lebih tinggi:

  • Asma
  • Sakit punggung
  • Kerusakan otak
  • Kanker
  • Gagal jantung kongestif
  • Diabetes
  • Epilepsi
  • HIV/AIDS
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Migrain
  • Penyakit Parkinson

Penyakit kronik juga dapat menyebabkan kecemasan dan depresi, yang juga dapat meningkatkan risiko bunuh diri. Orang dengan penyakit kronik empat kali lebih mungkin mengalami depresi atau kecemasan daripada mereka yang bebas dari rasa sakit.

  1. Menganggap diri jadi beban orang lain

Seseorang pengidap penyakit kronik juga sering merasa seperti beban bagi orang lain. Karena tubuhnya yang tidak berdaya, ia jadi mesti banyak membutuhkan pertolongan orang-orang terdekatnya.

Beban fisik dan tanggungan biaya jadi pertimbangan kenapa seseorang memutuskan untuk memilih mengakhiri hidupnya sendiri

Bahkan, banyak orang yang memutuskan untuk bunuh diri seringkali menyatakan bahwa orang yang mereka cintai atau dunia, secara umum, akan lebih baik tanpa dirinya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan