Pemkab Bandung, menurut Agus, menyadari bahwa produksi padi belum optimal yaitu sekitar 6,3 ton sampai dengan 6,5 ton per hektare.
“Walaupun kita ketahui, para petani padi di Kecamatan Ciparay ini sudah ada yang menghasilkan produksi antara 8 ton sampai 9 ton per hektate,” ujar Agus.
Dari permasalahan itu, lanjut Agus, diperlukan adanya inovasi untuk meningkatkan produksi pertanian, di antaranya pemanfaatan pupuk hayati cair extragen dari PT Indorama Mitra Persada 168.
Baca Juga:Tak Terima Ibunya Dilarang Cari Rumput, Pemuda Tebas Leher Pamannya Hingga TewasHati-hati, Kasus TBC Meningkat Pesat di Cianjur, Tiga Bulan 900 Kasus Baru Muncul
“Pemanfaatan pupuk ini sudah terbukti melalui aplikasi di Kelompok Tani Sumber Rejeki III Blok Parigi Desa Ciparay, dapat meningkat yang semula 6,5 ton per hektare menjadi 8 ton per hektare,” jelasnya.
Ia juga berharap kepada perusahaan tersebut untuk memberikan bantuan pembinaan, pendampingan dan bantuan CSR berupa pupuk, sarana produksi kepada para petani dan fasilitas penunjang bagi penyuluh pertanian.
“Agar termotivasi membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Agus pun menjelaskan, bahwa potensi sumber daya lahan sawah di Kabupaten Bandung seluas 31.158 hektare dan lahan kering 73.000 hektare.
“Apabila sumber daya ini terus dikelola secara baik serta penggunaan teknologi budidaya yang sempurna, maka target pemerintah untuk peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Bandung akan segera bisa diwujudkan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi upaya para petani di Ciparay karena setiap tahun Desa Ciparay ini berhasil mengelola lahan pertaniannya dengan baik.
“Para petani sukses menggarap lahan pertanian sampai dilaksanakan panen raya,” ucapnya.
Agus pun berharap pada momen panen raya ini dapat memberikan semangat bagi para petani di Kabupaten Bandung untuk lebih berinovasi dan membawa kemajuan di bidang pertanian.
Baca Juga:BP2MI Pastikan Akan Berikan Perlindungan Untuk Pekerja Migran Asal JabarKasus Dea OnlyFans, Polisi Tunjukkan Barang Bukti Berupa Celana Dalam Berwarna-warni
“Lebih baik lagi membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan peningkatan ketahanan pangan,” katanya.
Disebutkannya sektor pembangunan pertanian akan tetap menjadi andalan sebagai lokomotif pembangunan perekonomian di Kabupaten Bandung.
“Berbagai komoditas pertanian adakan selalu ditingkatkan melalui program-program yang saat ini sedang berjalan. Di antaranya perluasan tanaman komoditi strategis, peningkatan mekanisme pertanian, sistem bertani dengan agro solution Bedas serta penyediaan kartu tani Sibedas yang meliputi asuransi untuk seluruh areal tanaman padi, yaitu 31.158 hektare. Selain itu 7.900 ekor sapi produktif. Jumlah kartu tani yang siap sebar sejumlah 42.000 kartu tani,” pungkasnya. (yul)
