Ini Target Bakesbangpol Depok Gencarkan Gerakan Revolusi Mental

Ini Target Bakesbangkpol Depok Gencarkan Gerakan Revolusi Mental
Sekretaris Bakesbangpol Kota Depok, Eddy Suparman (tengah), istimewa.
0 Komentar

DEPOK – menjadi salah satu di antara sekian permasalahan yang kini tengah dihadapi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), tak terkecuali di Kota Depok.

Dalam rangka penguatan karakter ASN di lingkup Pemerintahan Kota (Pemkot) Depok, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Depok belum lama ini menggelar gerakan nasional revolusi mental untuk Perangkat Daerah (PD).

Sekretaris Bakesbangpol Kota Depok, Eddy Suparman menilai penguatan karakter menjadi target utama bagi PD di lingkungan Pemkot Depok melalui gerakan revolusi mental yang dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD).

Baca Juga:Kursi Wakil Wali Kota Bandung Dipastikan Kosong, Begini Kata PengamatJuragan 99 MS Glow Klarifikasi Soal Kabar Omset Rp600 M: Ya Sudah

“Langkah ini dilakukan demi memperkuat karakter bangsa khususnya kepada PD di lingkungan Pemkot Depok dengan melakukan internalisasi nilai revolusi mental,” kata Eddy, Jumat (25/3).

Lebih lanjut, Eddy mengatakan, kondisi wibawa negara kini tengah mengalami kemerosotan akibat lunturnya karakter.

“Untuk itu, gerakan nasional revolusi mental perlu dilakukan guna mengatasi kemerosotan wibawa negara dalam peta globalisasi dunia,” ujarnya.

Ia juga menyebut salah satu penyebab keterlambatan dalam kemajuan berbangsa dan bernegara dikarenakan kurangnnya integritas dan etos kerja serta gotong royong.

Padahal, kata dia, masalah etos kerja, gotong royong dan integritas telah ditegaskan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.

“Sesuai Instruksi Presiden, maka integritas, gotong royong, dan etos kerja harus dipupuk dan diterapkan dalam bernegara dan bermasyarakat,” paparnya.

Dirinya mengatakan gerakan penguatan karakter termasuk dalam upaya kolektif bangsa Indonesia mewujudkan perilaku baik yang berorientasi pada kemajuan melalui internalisasi nilai-nilai strategis instrumen revolusi mental.

“Baik dalam penyelenggara negara maupun masyarakat,” terangnya.

Baca Juga:Perlu Kesiapan Khusus untuk Menerapkan e-Voting pada Pemilu 2024Mabes Polri Ajak Pengrajin Senapan Angin Jangan Terjebak Iming-Iming

Dengan demikian, ujar Eddy, tidak ada tujuan lain di balik gerakan tersebut selain sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat karakter bangsa dengan melakukan internalisasi nilai revolusi mental. (mg2)

0 Komentar