CIWIDEY – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin mengungkapkan, guna mengantisipasi terjadinya kembali lonjakan kasus Covid-19 seusai libur panjang hari raya Idul Fitri, pihaknya berencana akan memberlakukan aturan perjalanan mudik baru.
Aturan tersebut, menurut Wapres Ma’ruf Amin, nantinya masyarakat yang hendak melakukan perjalan mudik lebaran harus sudah di vaksin Dosis ke tiga atau biasa disebut Booster.
Meskipun, kondisi Covid-19 di Masyarakat dianggap sudah terkendali. Sehingga menurut dia, beberapa aturan ibadah di bulan Ramadhan seperti sholat tarawih dan Ied sudah bisa dilakukan seperti biasa.
Baca Juga:Perkuat Penyaluran KUR, BRI Alokasikan 60 Persen Dana untuk Sektor ProduktifMarbot dan Guru Madrasah se-Kota Bandung Dapat Bantuan Minyak Goreng
“Saya kira karena Pandemi Covid-19 ini sudah mulai turun, kita anggap sudah terkendali dan juga sudah dibuka, bahkan sudah tidak ada lagi karantina, maka tempat ibadah juga sudah mulai diberikan kelonggaran, dan juga ada fatwa dari Majelis ulama untuk bisa menyelenggarakan (ibadah solat Tarawih dan Ied) seperti biasa,” ucapnya di Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Jl. Ciburial, Kab. Bandung, Selasa (22/3).
“Cuman memang masih harus tetap menaati Prokes. masker mencuci tangan, dan juga vaksinasi,” tambahnya
Ma’ruf amin mengukapkan bahwa, vaksinasi dinilai sangat penting. Sebab, lanjut dia, guna mendapatkan kekebalan bagi masyarakat yang hendak melakukan ibadah sholat tarawih atau Ied bahkan melakukan perjalanan mudik sekalipun.
Bahkan, ia menuturkan penggunaan dosis ke 3 atau Booster akan menjadi salah satu syarat utama bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik.
“Ini menjadi penting, karena untuk kekebalan faktor penting nya adalah vaksinasi untuk yang lansia (Lanjut usia), itu akan terus didorong, dan yang masih baru 1 kali vaksin itu menjelang Ramadan Kita dorong supaya bisa 70 persen ter vaksin, dan kemudian Booster. Bahkan Booster ini akan menjadi syarat buat orang yang mau mudik,” ujarnya
“Jadi dengan demikian (pengunan vaksin Booster) maka tidak ada lagi PCR dan tidak ada antigen (sebagai salah satu syarat perjalanan mudik),” pungkasnya
(Mg4).
