Dua Video Mesum yang Diduga Dilakukan Anggota DPRD Beredar di Medsos

 Beredar dua video call sex (VCS) yang diduga dilakukan oknum anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). (Istimewa)
 Beredar dua video call sex (VCS) yang diduga dilakukan oknum anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). (Istimewa)
0 Komentar

MURATARA – Video mesum beredar di media sosial (medsos) yang diduga dilakukan oknum anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Dua video call sex (VCS) berdurasi pendek mendadak viral di media sosial (Medsos) beredar, Rabu (9/3)

Yudi, warga Kabupaten Muratara menuturkan, video mesum yang viral itu sudah dihapus.

Baca Juga:Pendidikan Antikorupsi Bakal Jadi Mata Pelajaran Siswa SMA/SMK di JabarKembali Makan Korban, KKB Papua Kembali Serang Warga Sipil

Video yang viral di Muratara itu belum sampai 20 jam diunggah. Namun, postingan itu sudah hilang dari media sosial.

“Kalau dilihat itu akun bodong, memang menuliskan video call sex anggota DPRD Muratara, Dodoi Kana. Tapi tidak tahu apa maksudnya, posting video mesum di grub. Mungkin ada yang mau bermain di air keruh,” katanya.

Menurutnya, video itu memang tidak pantas di munculkan ke publik apa lagi diduga aksi tersebut dilakukan oleh pejabat publik.

Sementara itu, Ketua DPRD Muratara Efriyansyah ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan mempelajari dulu permasalahan itu.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan yang masuk ke BK DPRD Muratara.

“Baru tahu pagi ini lah dari medsos soal video itu, kita akan kumpulkan sejumlah informasi dulu, karena kita tidak tahu, itu informasi benar atau tidak,” ujarnya.

Dia menegaskan, tentunya masalah ini menyangkut nama institusi dan Parpol, jadi harus benar benar teliti.

Baca Juga:Ributkan Warisan, Kakak Adik Bersimbah Darah Duel Pakai CeluritRayakan Ulang Tahun, Suga BTS Sumbangkan Rp1,1 miliar untuk Korban Kebakaran

“Sampai saat ini tidak ada yang buat laporan, siapa yang dirugikan kita belum tahu karena belum ada laporan resminya. Semua ada prosedurnya masing masing, kalau anggota DPRD tentunya di BK,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Muratara AKBP Ferly Rosa Putra, melalui kasat Reskrim AKP Tony Saputra, saat dikonfurmasi masalah itu menegaskan pihaknya sudah memonitor informasi tersebut.

“Kami akan telusuri dan lagi mencari Baket (Bahan keterangan),” pungkasnya. (fin)

0 Komentar