WNI Mulai Merasakan Sanksi Ekonomi di Rusia, Harga Barang Naik

Dampak Ekonomi Konflik Rusia-Ukraina Bagi Indonesia
Ilustrasi akibat sanksi ekonomi terhadap Rusia (istock)
0 Komentar

Jabarekspres.com- Akibat oprasi militer Rusia kepada Ukraina membuat Negara-negara barat menjatuhkan sanksi ekonomi, yang membuat WNI di Rusia turut merasakan dampaknya.

WNI yang mayoritas adalah mahasiswa yang menempu pendidikannya di Rusia mengeluhkan dampak sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia

Mereka mengeluh karena tak dapat tarik tunai uang di mesin ATM, yang membuat mereka tak dapat melakukan transaksi. Tak hanya itu harga bahan pokok pun ikut naik pesat.

Baca Juga:Hari Raya Nyepi 2022, Ini Dia TradisinyaTak Habis Pikir! Petani Ukraina Curi Tank Rusia dengan Traktor

Mengutip dari video yang diunggah akun instagram @warungjurnalis seorang mahasiswi bernama Desi Milenia menyebut bahwa mesin-mesin ATM di Rusia tak berfungsi

Seperti dikutip dari video singkat di akun Instagram @warungjurnalis, seorang mahasiswi asal Indonesia yang berkuliah di Rusia merasakan dampak sanksi tersebut.

Mahasiswi bernama Rima Desi Milenia, menuturkan dalam video tersebut bahwa mesin-mesin ATM di Rusia saat ini tidak berfungsi.

“Sekarang aku akan pergi ke mesin ATM yang ada di kota Moscow, karena dari kemarin sudah mencoba tiga mesin ATM tetapi tetap tidak bisa digunakan untuk pencairan uang dari ATM Indonesia yang berlogo Visa dan Mastercard,” ungkap Rima dalam video produksi VOA tersebut.

Tak hanya transaksi uang, ia pun menyebutkan beberapa hari kebelakang ia sulit untuk mengakss media sosial seperti Facebook, Twitter, hingga Instagram.

Bahkan twitter dari tiga hari lalu sudah tidak bisa dibuka,” ujar Rima.

Tak hanya Rima, seorang mahasiswi Indonesia yang menempu pendidikannya di Rusia, Nabila Agia pun mengeluh akan dampak sanksi tersebut.

Baca Juga:Seragam TNI AD Baru? Ini Dia MotifnyaKondisi Kesehatan dapat Dilihat dari Warna Kotoran Telinga

Akibat sanksi ekonomi ia harus merogoh kocek yang cukup dapat membuat kantong saku mahasiswa rusak untuk membeli makanan.

“Harga makanan juga naik. Harganya tidak cukup tinggi, tapi harganya cukup untuk merusak kantong mahasiswa kami,” ungkap Nabila dalam video yang sama.

Nabila mencontohkan naiknya harga makanan, yang biasanya satu kotak telur berharga 70 Rubel (mata uang Rusia) naik menjadi 85-95 Rubel.

Atas sanksi yang dijatuhkan terhadap Rusia, warga pun melakukan protes anti perang di ko ta-kota besar seperi Moscow dan Saint Petersburg pada Minggu 27 Februari lalu.

0 Komentar