Disperindag Akan Jemput Bola Pelatihan Melalui Layanan Mobile IKM

SOREANG – Dikarenakan kegiatan pelatihan Industri Kecil Menengah (IKM) secara offline masih terbatas, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperin) Kabupaten Bandung menciptakan inovasi baru berupa layanan mobile untuk IKM.

Hal itu dikatakan Kepala Disperin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah saat di wawancara, Rabu (9/2).

“Kita akan jemput bola kelapangan melalui layanan mobile IKM. Jadi kan kita sudah punya peta IKM per wilayah maka kita akan turun ke lapangan mobile, misal IKM ini membutuhkan pelatihan kemasan, ya kita latih kemasannya, kita data yang belum sertifikasi, jadi pelaku IKM enggak perlu datang ke kabupaten,” kata Dicky.

Selain itu, Dicky juga sudah menginventarisir sejumlah masalah yang dialami oleh pelaku IKM, dari mulai kepemilikan sertifikasi hingga proses pemasaran produk.

Agar bisa mengatasi masalah tersebut, Disperin Kabupaten Bandung melakukan pemetaan terhadap ribuan IKM yang ada di Kabupaten Bandung.

Menurut Dicky, bahwa IKM binaan Disperin Kabupaten Bandung itu ada sebanyak 7.100 yang tersebar di sentra industri di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung.

Kata Dicky, sudah dilakukan pemetaan terhadap ribuan IKM tersebut yang bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dari masing-masing pelaku usaha.

“Mana yang harus dibina berkaitan dengan label, mana yang harus dibina dari sisi aspek legal formal lembaga, ada binaan yang  terkait dengan penyaluran produksi atau distribusi untuk penjualan,” jelasnya.

Saat ini, kata Dicky, IKM yang ada di Kabupaten Bandung, banyak yang belum memperhatikan sertifikasi dan labelingnya. Kedepan akan dibentuk layanan sertifikasi bagi IKM.

“Kita akan dorong supaya IKM itu memenuhi standardisasi sertifikasi dan labeling, seperti HAKI, PIRT, halal dan sebagainya,” jelas Dicky.

Pemetaan IKM tersebut, lanjut Dicky, juga bertujuan untuk memaksimalkan industri atau sentra IKM di setiap wilayah kecamatan. Untuk pemasaran produk-produk IKM Kabupaten Bandung, Disperin bekerjasama dengan toko-toko modern, minimarket, hingga e-commerce atau online. (yul)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan