Saat Pandemi Covid-19 Industri Kreatif Mampu Bertahan, Ini Caranya

Model memperagakan busana yang bertajuk "Gantari: The Final Journey to Java" di Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (9/10/2021). Peragaan busana batik yang digelar oleh Lakon Indonesia tersebut berkolaborasi dengan perajin batik di 12 daerah pulau Jawa dan melibatkan 1.000 pelaku ekonomi kreatif sebagai upaya menggeliatkan kembali industri kreatif. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Model memperagakan busana yang bertajuk "Gantari: The Final Journey to Java" di Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (9/10/2021). Peragaan busana batik yang digelar oleh Lakon Indonesia tersebut berkolaborasi dengan perajin batik di 12 daerah pulau Jawa dan melibatkan 1.000 pelaku ekonomi kreatif sebagai upaya menggeliatkan kembali industri kreatif. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
0 Komentar

JAKARTA – Para pelaku industri kreatif seperti di dunia fashion dan industri musik dituntut untuk bertahan saat pandemi Covid-19. Gerakan Kreatif Nasional (GEKRAFS), mengungkapkan bagaimana perjuangan pelaku industri kreatif akhirnya bangkit selama pandemi.

Kawenda Lukistian selaku Ketua Umum Gekrafs, berbicara mengenai tantangan yang dihadapi tim Gekrafs di industri kreatif selama masa pandemic Covid-19. Kawenda juga menjelaskan mengenai potensi dari segi musik pada saat pandemi ini.

“Saya yakin dengan era digitalisasi sekarang ini bukan lagi 4.0 tapi 5.0, industri musik, film, dll terbiasa mengkolaborasikan secara digital, itu akan optimal asal ada ruang dan dukungan pemerintah yang luar biasa dan kami mendorong pemerintah agar mendukung pelaku ekonomi kreatif di wilayah masing-masing,” jelasnya di Gedung Kesenian Jakarta baru-baru ini.

Baca Juga:Mal Festival Citylink Hanya di Denda Rp 500 Ribu, Begini Efeknya Menurut PengamatTes Ulang, Pemain Persebaya yang Positif versi LIB Ternyata Negatif

Wakil Ketua Gekrafs, Tika Ramlan juga mengungkapkan konsep konser yang dijalani para musisi di tengah-tengah pandemi saat ini.

Sebenarnya industri kreatif tak hanya musik film tapi fashion, kriya dan kuliner. Pada masa pandemi tugas pelaku ekonomi kreatif juga lebih berinovatif misalnya melalui konser online.

“Mungkin ada yang sudah bikin konser offline tapi nonton di dalam mobil, itu salah satu inovasi yang kreatif juga. Fashion juga sudah banyak pula virtual. Bagaimana supaya ekonomi berjalan,” tuturnya.

Sementara itu, CEO SRN Entertainment yang juga Kepala Bidang Media Relation Gekrafs Sonya Laos Mendes menyebutkan, dalam 2022 ini akan banyak program konser musik online maupun offline yang akan digelar. Berbagai konser musik online maupun offline mengajak pelaku ekonomi kreatif agar tetap bergeliat.

“Berusaha menciptakan ekosistem yang sehat ya untuk musik sendiri, film sendiri, fashion sendiri semuanya bisa saling berkesinambungan bisa berkolaborasi dengan baik. Menciptakan lapangan kerja yang baru tentunya yang paling utama ya untuk para pelaku ekonomi kreatif itu sendiri,” ucapnya. (jawapos/ran)

0 Komentar